Kritik Amien Rais ke Prabowo dan Seskab Teddy Viral, Kepala Bakom Qodari Ingatkan Bahaya Hoax

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Sabtu, 2 Mei 2026 | 18:29 WIB
Kepala Badan Komunikasi Pemerintahan (Bakom) RI, Muhammad Qodari merespons tegas terkait tudingan miring Amien Rais terhadap Seskab Teddy. (Instagram.com / @bakomri - @feedgramindo)
Kepala Badan Komunikasi Pemerintahan (Bakom) RI, Muhammad Qodari merespons tegas terkait tudingan miring Amien Rais terhadap Seskab Teddy. (Instagram.com / @bakomri - @feedgramindo)

INSIBERNEWS - Pernyataan kontroversial yang dilontarkan Amien Rais terkait Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menuai tanggapan serius dari pemerintah.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintahan (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menyayangkan viralnya polemik yang dipicu oleh informasi tidak akurat dan berpotensi menyesatkan publik.

Isu tersebut mencuat setelah Amien Rais menyampaikan tudingan soal perilaku pribadi Teddy melalui kanal YouTube pribadinya. Pernyataan itu dengan cepat menyebar dan menjadi viral di berbagai platform media sosial, memicu perdebatan luas di masyarakat.

Baca Juga: Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Dipasangi Palang Sementara, Masyarakat Diminta Waspada

Menanggapi hal tersebut, Qodari menilai bahwa Amien Rais justru menjadi korban dari informasi bohong atau hoaks. Ia menekankan bahwa tudingan yang dilontarkan tidak memiliki dasar yang valid dan bersumber dari konten yang menyesatkan.

Menurut Qodari, salah satu rujukan yang digunakan adalah sebuah akun yang memuat lagu berjudul “Aku Bukan Teddy”, yang kemudian ditafsirkan secara keliru oleh Amien Rais. Padahal, jika ditelusuri lebih jauh, konten tersebut tidak memiliki keterkaitan langsung dengan sosok Teddy Indra Wijaya.

Qodari juga menyoroti video yang sempat viral terkait perayaan ulang tahun Teddy di Paris pada 14 April 2026. Dalam video tersebut, terdapat kesalahpahaman mengenai sosok yang menyanyikan lagu.

Baca Juga: Sprint Race MotoGP Spanyol Memanas, Aprilia Kritik Aturan Usai Marquez Menang

Ia menjelaskan bahwa penyanyi dalam video tersebut bukanlah figur yang disebutkan, melainkan hasil manipulasi visual berupa kompilasi gambar yang tidak berhubungan langsung dengan konteks lagu.

Hal ini, menurutnya, menjadi contoh nyata bagaimana informasi dapat dipelintir sehingga menimbulkan persepsi keliru.

Lebih jauh, Qodari mengingatkan bahwa fenomena ini merupakan sinyal bahaya atas semakin maraknya penyebaran hoaks, terutama di era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence.

Baca Juga: Waspada El Nino Ekstrem, Dinkes Ingatkan Risiko Kesehatan Mengintai

Teknologi tersebut memungkinkan pembuatan konten manipulatif yang tampak sangat meyakinkan.

Ia menegaskan bahwa siapa pun, termasuk tokoh senior sekalipun, berpotensi terjebak dalam arus informasi palsu jika tidak melakukan verifikasi secara menyeluruh.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X