news

Menlu Iran Abbas Araghchi Temui Putin di Tengah Gagalnya Negosiasi dengan AS, Ada Apa?

Senin, 27 April 2026 | 12:35 WIB
Menlu Iran Abbas Araghchi Temui Putin di Tengah Gagalnya Negosiasi dengan AS, Ada Apa? (Istimewa)

INSIBERNEWS -Upaya perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat kembali menemui jalan buntu. Di tengah situasi yang belum pasti, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memilih melanjutkan langkah diplomasi ke Rusia pada Minggu (26/4/2026), setelah serangkaian pembicaraan di Pakistan tidak membuahkan hasil signifikan.

Sebelum bertolak ke Rusia, Araghchi sempat melakukan rangkaian pertemuan penting di Islamabad. Ia bertemu dengan Panglima Militer Pakistan Asim Munir, Perdana Menteri Shehbaz Sharif, serta Menteri Luar Negeri Ishaq Dar.

Selain itu, Araghchi juga menyempatkan diri mengunjungi Oman sebagai bagian dari jalur diplomasi regional.

Baca Juga: Desakan Keras ke PBB Usai Serangan Israel Tewaskan Prajurit TNI, MPR Minta Sanksi Tegas

Menurut keterangan diplomat Iran, Araghchi dijadwalkan tiba di St. Petersburg pada Senin untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin. Pertemuan tersebut juga disebut akan melibatkan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, menandakan pentingnya posisi Moskow dalam upaya meredakan ketegangan.

Di sisi lain, peluang dialog langsung antara Iran dan Amerika Serikat justru melemah. Presiden AS Donald Trump secara mendadak membatalkan kunjungan dua utusannya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke Islamabad.

Trump bahkan meremehkan rencana pertemuan tersebut dengan menyebutnya sebagai diskusi yang tidak penting. Meski demikian, ia tetap membuka peluang komunikasi dengan Iran melalui jalur yang tersedia.

Baca Juga: Pelaku Insiden Penembakan di Acara Trump Akui Targetkan Pejabat Pemerintah AS

“Jika Iran ingin berunding, mereka bisa menghubungi kami. Kami punya saluran komunikasi yang aman,” ujar Trump dalam wawancara dengan media AS.

Sebagai sinyal bahwa komunikasi belum sepenuhnya terputus, Iran dilaporkan telah mengirimkan pesan tertulis kepada Amerika Serikat melalui mediator Pakistan. Pesan tersebut berisi sejumlah “garis merah” Teheran, termasuk terkait program nuklir dan kontrol atas Selat Hormuz.

Namun, sumber menyebutkan bahwa pesan itu belum termasuk dalam kerangka negosiasi formal.

Baca Juga: Tiket Pesawat Lebih Murah! Pemerintah Tanggung PPN untuk Kelas Ekonomi Selama 60 Hari

Lebih jauh, Iran juga menawarkan proposal strategis kepada Washington. Dalam laporan terbaru, Teheran bersedia membuka kembali Selat Hormuz—jalur vital perdagangan energi global, serta membantu meredakan konflik yang berlangsung.

Sebagai imbalannya, Iran mengusulkan agar pembahasan mengenai program nuklir ditunda ke tahap negosiasi berikutnya. Langkah ini dinilai sebagai upaya kompromi untuk menurunkan tensi dalam waktu dekat.

Halaman:

Tags

Terkini