news

Kejar 8 Persen Pertumbuhan Ekonomi, Wadirut MIND ID Jelaskan Potensi Tambang hingga Sektor Lain yang Perlu Dioptimalkan

Rabu, 11 Februari 2026 | 18:41 WIB
Kejar 8 Persen Pertumbuhan Ekonomi, Wadirut MIND ID Jelaskan Potensi Tambang hingga Sektor Lain yang Perlu Dioptimalkan (Istimewa)

Dany menjelaskan, selain cadangan mineral strategis, Indonesia juga memiliki peluang besar dari secondary resources dan limbah industri tambang.

“Bukan hanya tambang potensi juga ada di industri lain seperti perikanan dan lain-lain, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal," jelasnya.

Di sisi lain, monetisasi sumber daya sekunder ini dinilai dapat memperpanjang umur ekonomi sumber daya alam sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global.

Baca Juga: Kabar Bahagia! Angga Yunanda Umumkan Shenina Cinnamon Hamil Anak Pertama di Momen Anniversary Pernikahan

Penguatan Riset Jadi Kunci

Dany menambahkan, seluruh potensi tersebut harus diorkestrasi melalui kebijakan pemerintah yang berpihak pada peningkatan kapabilitas industri nasional. Hal itu mencakup penguasaan teknologi, penguatan riset dan pengembangan (R&D), serta penciptaan iklim regulasi yang mendukung industri dalam negeri.

“Saat ini, anggaran riset Indonesia yang masih sekitar 0,3% dari PDB dinilai belum memadai untuk mendorong Indonesia bertransformasi dari sekadar pengadopsi teknologi menjadi pencipta inovasi,” sebutnya.

Kerangka strategi dirangkum Dany dalam konsep DAI, yakni Distinctive, Adaptive, dan Inclusive.

Baca Juga: Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Catat Kontribusi 49 Persen Penyaluran Kredit Program Perumahan Nasional

Distinctive yaitu mendorong strategi industrialisasi berbasis keunggulan nasional, mulai dari bioenergi hingga ekonomi halal, serta mendorong diferensiasi pasar domestik.

Kemudian, Adaptive yaitu merespons dinamika global seperti CBAM, geopolitik multipolar, integrasi AI dalam industri, serta transisi energi hijau.

Adapun, Inclusive yaitu membangun ekosistem industri yang melibatkan UMKM, startup teknologi, BUMN, dan perguruan tinggi dalam satu rantai nilai yang koheren.***

Halaman:

Tags

Terkini