Tim SPPG dan Tenaga Medis Turun Tangan
Menindaklanjuti kondisi tersebut, pihak sekolah segera menghubungi SPPG Purwosari. Hanya berselang lima menit, tim SPPG datang ke sekolah untuk melakukan klarifikasi terkait menu MBG.
Pada pukul 08.00 WIB, sekolah berencana membawa siswa ke Puskesmas Purwosari. Namun karena jumlah siswa yang terdampak cukup banyak, pihak puskesmas justru mendatangkan tim medis langsung ke sekolah sekitar pukul 09.00 WIB.
Para siswa kemudian dikumpulkan di mushala sekolah untuk mendapatkan pemeriksaan, pengarahan, serta motivasi dari tenaga kesehatan.
Baca Juga: PBNU Pulihkan Posisi Gus Yahya Usai Rapat Pleno, Ini Pertimbangan Lengkapnya
Kondisi Memburuk, Ambulans Berdatangan
Situasi semakin serius ketika jumlah siswa yang mengalami gejala bertambah. Beberapa siswa dilaporkan mengalami muntah hebat, sesak napas, bahkan pingsan.
“Anak-anak yang sakit diberi pertolongan pertama di UKS, kemudian diperiksa dan diberikan obat oleh tim medis,” jelas pihak sekolah.
Sekitar pukul 10.00 WIB, puluhan ambulans mulai berdatangan untuk merujuk siswa ke sejumlah rumah sakit di Kudus dan sekitarnya.
Baca Juga: KPK Panggil Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023–2024
Hingga Jumat, 30 Januari 2026, pukul 16.30 WIB, pihak SMAN 2 Kudus mencatat total 521 siswa dan 24 guru terdampak dalam insiden dugaan keracunan massal tersebut.
Kasus ini masih menjadi perhatian serius dan menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari pihak terkait guna memastikan penyebab pasti keracunan serta evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.