news

Menkeu Nilai Mundurnya Dirut BEI Langkah Bertanggung Jawab di Tengah Guncangan IHSG

Jumat, 30 Januari 2026 | 13:05 WIB
Menteri Keuangan Republik Indonesia - Purbaya Yudhi Sadewa (Foto : instagram/menkeuri)

INSIBERNEWS - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara terkait pengunduran diri Iman Rachman dari jabatan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab pribadi atas tekanan hebat yang melanda pasar saham nasional dalam dua hari terakhir.

Purbaya menyebut anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga sempat menyentuh level 7.000-an, setelah sebelumnya berada di kisaran 9.000, menjadi peristiwa serius yang berdampak pada persepsi investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.

Baca Juga: IHSG Terjun Bebas, Dirut BEI Iman Rachman Pilih Mundur demi Jaga Kepercayaan Pasar

Pernyataan itu disampaikan Purbaya usai menghadiri rapat terbatas di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat, 30 Januari 2026.

Rapat tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Menteri Investasi dan Kepala BKPM Rosan Roeslani yang juga menjabat Ketua Danantara.

“Tanggapan saya, langkah tersebut saya nilai positif sebagai bentuk tanggung jawab beliau atas persoalan yang muncul di bursa kemarin,” ujar Purbaya kepada wartawan.

Baca Juga: Ryeo Un Kepergok di Kota Tua, Syuting Film Netflix Bareng Lisa BLACKPINK di Jakarta

Menurut Purbaya, salah satu pemicu utama koreksi tajam IHSG adalah lemahnya tindak lanjut terhadap masukan dan pertanyaan dari lembaga indeks global MSCI. Hal itu, kata dia, menjadi kesalahan serius dalam pengelolaan komunikasi pasar.

“Karena beliau tidak menindaklanjuti masukan atau pertanyaan dari MSCI. Itu kesalahan yang fatal, dan dampaknya kita rasakan langsung melalui koreksi pasar yang cukup dalam,” jelasnya.

Purbaya mengingatkan, jika persoalan tersebut tidak segera direspons secara tepat, dampaknya bisa meluas ke sektor lain. Bahkan, persepsi global terhadap ekonomi Indonesia berisiko terganggu dan memunculkan anggapan bahwa kondisi nasional tidak stabil.

Baca Juga: Rubio Ingatkan AS! Menjatuhkan Rezim Iran Tak Sesederhana Venezuela

Ia menegaskan bahwa pemerintah telah berupaya keras menjaga fundamental ekonomi tetap kuat, mulai dari stabilitas fiskal, pengendalian inflasi, hingga menjaga kepercayaan investor domestik dan asing.

Oleh karena itu, Purbaya berharap momentum perbaikan IHSG yang mulai terlihat pada perdagangan hari ini dapat terus berlanjut. Ia juga menekankan pentingnya pembenahan tata kelola dan komunikasi di pasar modal agar kejadian serupa tidak terulang.

Pemerintah, lanjut Purbaya, akan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk memastikan transisi kepemimpinan di BEI berjalan lancar dan tidak mengganggu aktivitas pasar secara keseluruhan.***

Tags

Terkini