Tak lama berselang, longsor besar terjadi pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
“Sempat terdengar suara ‘bum’ sekitar jam sebelas malam, lalu kejadian besarnya sekitar jam dua pagi,” tuturnya, dikutip dari akun Instagram @asarhumanity.
Menurutnya, sebagian warga sempat menyelamatkan diri, namun banyak pula yang tidak sempat keluar rumah karena material tanah langsung menimpa bangunan.
“Ada yang bisa lari, tapi ada juga yang rumahnya langsung tertimbun. Yang kejatuhan tanah tidak sempat menyelamatkan diri,” katanya dengan suara bergetar.
Baca Juga: Emas Makin Menggila, Harga Dunia Hampir Sentuh USD5.000 di Tengah Gejolak Global
Gubernur Jabar Soroti Alih Fungsi Lahan
Peristiwa longsor di Cisarua ini juga mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Melalui akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71, Dedi mengunggah kondisi terkini saat meninjau lokasi bencana.
Ia menyoroti dugaan alih fungsi lahan di kawasan tersebut. Menurutnya, area lereng seharusnya ditanami pepohonan sebagai penahan tanah dan air, bukan dijadikan lahan perkebunan.
“Wilayah ini seharusnya ditumbuhi pohon, tapi justru berubah menjadi kebun bunga dan sayuran,” ungkap Dedi.
Baca Juga: Rencana 'New Gaza' ala Trump Mengemuka, Dewan Perdamaian Diluncurkan di Davos
Dedi menegaskan pentingnya menghentikan alih fungsi lahan yang berpotensi memicu bencana serupa di masa mendatang.
“Kita tidak ingin kejadian seperti ini terus terulang di Jawa Barat,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi dan pencarian korban longsor Cisarua Bandung Barat masih terus berlangsung. Petugas gabungan bekerja siang dan malam, meski dihadapkan pada cuaca buruk dan medan yang sulit.
Pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan keselamatan para korban serta mendukung upaya kemanusiaan bagi warga terdampak.