INSIBERNEWS - Proses pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, kembali menyita perhatian publik.
Harapan muncul setelah salah satu kerabat Kopilot Farhan Gunawan mengungkap adanya aktivitas mencurigakan pada smartwatch milik Farhan yang diduga masih merekam pergerakan langkah kaki pascakecelakaan.
Informasi tersebut pertama kali disampaikan oleh Pitri Keandedes Hasibuan, kerabat Farhan, melalui unggahan di media sosial yang kemudian viral dan menuai perhatian luas.
Baca Juga: Pola Banjir Jakarta Dinilai Berubah, DPRD Dorong Kewenangan Lebih Besar ke Wilayah
Smartwatch Diduga Masih Merekam Aktivitas Usai Pesawat Jatuh
Dalam sebuah video yang beredar di Instagram, Pitri menjelaskan bahwa ponsel milik Farhan ditemukan di area hutan dan kini berada di tangan adiknya yang juga merupakan pasangan Farhan. Ponsel tersebut masih terhubung dengan smartwatch yang biasa digunakan Farhan.
Menurut Pitri, data pada smartwatch menunjukkan adanya penambahan jumlah langkah kaki sejak pagi hingga malam hari setelah pesawat dinyatakan jatuh.
“Dari pagi sekitar pukul 06.00 WITA sudah ada langkah yang tercatat, lalu bertambah lagi sekitar pukul 10.00 WITA hingga malam,” ujar Pitri dalam video yang diunggah akun @makasar_iinfo pada Senin, 19 Januari 2026.
Baca Juga: Donna Harun Angkat Bicara, Minta Publik Tak Terpancing Isu Miring soal Ricky Harun
Ia menegaskan bahwa jumlah langkah tersebut terus bertambah, sehingga menimbulkan keyakinan bahwa Farhan kemungkinan masih bertahan.
Keluarga Desak Pencarian Lebih Maksimal
Di tengah situasi penuh ketidakpastian, keluarga besar Farhan berharap proses pencarian dapat diperkuat. Pitri secara terbuka memohon agar pemerintah dan pihak terkait menambah personel serta armada pencarian, khususnya dukungan helikopter.
“Sudah hari ketiga di hutan. Kami mohon bantuan penuh, turunkan lebih banyak tim SAR dan alat udara agar pencarian bisa lebih cepat,” ucapnya penuh harap.
Ia juga menambahkan bahwa sinyal aktivitas dari smartwatch dianggap sebagai tanda kehidupan yang tidak boleh diabaikan.
Baca Juga: Banjir Ganggu Jalur Rel, Sejumlah Kereta Jarak Jauh Dibatalkan PT KAI
Basarnas Fokus Manfaatkan Masa Golden Time
Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyatakan bahwa seluruh tim SAR saat ini memusatkan upaya pencarian dan evakuasi korban dalam periode krusial atau golden time.