INSIBERNEWS - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jakarta dan Semarang berdampak langsung pada operasional perjalanan kereta api jarak jauh. Pada Senin (19/1/2026), PT Kereta Api Indonesia (KAI) terpaksa membatalkan beberapa perjalanan demi menjaga keselamatan penumpang dan perjalanan kereta.
Gangguan operasional terjadi akibat genangan air yang menutup lintasan rel di sejumlah titik. Kondisi tersebut membuat perjalanan kereta tidak memungkinkan untuk dilanjutkan sesuai jadwal, sehingga KAI mengambil langkah pembatalan dan pengalihan rute.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Turun Tangan, Coretax Mulai Normal Usai Dikeluhkan Wajib Pajak
Melalui akun resmi media sosial X, PT KAI menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi.
“Kami mohon maaf atas gangguan perjalanan akibat banjir. Keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama,” tulis KAI dalam keterangannya.
Bagi calon penumpang yang terdampak pembatalan, KAI memastikan hak pelanggan tetap terlindungi. Pengembalian tiket dapat dilakukan dengan skema refund penuh 100 persen di luar biaya pemesanan, dengan batas waktu maksimal tujuh hari sejak tanggal keberangkatan yang tertera di tiket.
Selain pembatalan, sejumlah perjalanan kereta lainnya terpaksa menempuh jalur memutar untuk menghindari lintasan yang terendam banjir. Konsekuensinya, waktu tempuh menjadi lebih panjang dari jadwal normal.
KAI mengimbau para penumpang untuk terus memantau informasi terbaru terkait perjalanan kereta melalui kanal resmi perusahaan, baik aplikasi KAI Access, media sosial, maupun layanan pelanggan di stasiun.
Sejumlah kereta api jarak jauh yang dibatalkan pada hari ini antara lain KA Gajayana, KA Purwojaya, KA Gajayana Tambahan, KA Ambarawa Ekspres, KA Argo Bromo Anggrek, KA Argo Sindoro, KA Argo Muria, hingga KA Argo Merbabu.
Pembatalan juga mencakup KA Sembrani Tambahan, KA Papandayan, KA Parahyangan, KA Ciremai, KA Menoreh, KA Tawangjaya Premium, KA Kamandaka, KA Tegal Bahari, serta KA Kaligung.
PT KAI menegaskan akan terus melakukan pemantauan kondisi lintasan dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar perjalanan kereta dapat kembali normal secepat mungkin setelah kondisi dinyatakan aman.***
Artikel Terkait
Alaeddine Ajaraie Resmi Bergabung, Persija Tambah Opsi di Putaran Kedua
Insanul Fahmi Menangis Minta Rujuk, Wardatina Mawa Pasang Dua Syarat Tegas!
KPK Dalami Peran Pengurus PWNU DKI dalam Polemik Kuota Haji Tambahan
BSU 2026 Belum Cair, Pemerintah Ingatkan Pekerja Waspadai Informasi Palsu
Pesawat ATR Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Maros, Basarnas Gelar Operasi SAR Besar-besaran
Kesaksian Pendaki Dengar Ledakan, Serpihan Pesawat ATR Ditemukan di Gunung Bulusaraung, Tim SAR Lanjutkan Penyisiran
Waspada Banjir dan Angin Kencang, BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jabodetabek hingga 23 Januari
Efisiensi Anggaran, Ahmad Dhani Ungkap Persiapan Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju Tanpa Prosesi Ngunduh Mantu
BRILink Agen Waisun Dekatkan Akses Layanan Keuangan, Menjadi Tumpuan Warga di Papua Pegunungan
Menkeu Purbaya Turun Tangan, Coretax Mulai Normal Usai Dikeluhkan Wajib Pajak