Kerja sama ini difokuskan pada penyediaan dan pemanfaatan data citra satelit yang berkaitan dengan kondisi tutupan lahan dan kawasan hutan.
“Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan karena data citra satelit sangat krusial untuk mendukung proses pemulihan wilayah terdampak ke depan,” kata Arif.
BRIN menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan riset dan inovasi dalam penanganan bencana. Pemanfaatan teknologi diharapkan tidak hanya mempercepat proses evakuasi dan pemulihan, tetapi juga menjadi dasar penguatan sistem mitigasi bencana agar kejadian serupa dapat diantisipasi lebih baik di masa mendatang.