Keterbatasan ekonomi tak menjadi penghalang baginya untuk peduli. Ia menegaskan bahwa ketika tidak mampu membantu dengan uang, tenaga pun sudah cukup menjadi bentuk kepedulian.
"Tak bisa kita bantu dengan uang, bisa kita bantu dengan tenaga," pungkasnya.
Aksi sederhana pemuda Aceh ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih hidup di tengah masyarakat. Di saat bencana datang, nilai kemanusiaan justru tampil sebagai kekuatan terbesar yang mampu menyatukan banyak hati.