Keterbatasan ekonomi tak menjadi penghalang baginya untuk peduli. Ia menegaskan bahwa ketika tidak mampu membantu dengan uang, tenaga pun sudah cukup menjadi bentuk kepedulian.
"Tak bisa kita bantu dengan uang, bisa kita bantu dengan tenaga," pungkasnya.
Aksi sederhana pemuda Aceh ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih hidup di tengah masyarakat. Di saat bencana datang, nilai kemanusiaan justru tampil sebagai kekuatan terbesar yang mampu menyatukan banyak hati.
Artikel Terkait
Danantara Masuk Bisnis Hotel di Makkah, Akuisisi Aset Strategis Dekat Masjidil Haram
Peringati 130 Tahun Perjalanan BRI, Mengenang Warisan Visioner Raden Bei Aria Wirjaatmadja
Prabowo Siapkan Insentif Libur Akhir Tahun, Tol dan Tiket Transportasi Didiskon
Warga Korban Banjir Aceh Beri Semangat untuk Gubernur Mualem, Aksi Ini Jadi Sorotan
Serangan Udara Thailand Hantam Kompleks Ilegal di Kamboja, Konflik Perbatasan Kembali Memanas