news

Serangan Udara Thailand Hantam Kompleks Ilegal di Kamboja, Konflik Perbatasan Kembali Memanas

Senin, 15 Desember 2025 | 19:34 WIB
Ilustrasi - Pesawat Jet Tempur (Foto : Istimewa)

INSIBERNEWS - Ketegangan di perbatasan Thailand dan Kamboja kembali meningkat setelah militer Thailand dilaporkan melancarkan serangan udara ke sejumlah kompleks bangunan di wilayah Kamboja. Lokasi-lokasi tersebut diduga kuat menjadi pusat aktivitas penipuan daring lintas negara yang selama ini menjadi perhatian serius aparat keamanan kawasan.

Menurut laporan Wall Street Journal pada Senin (15/12/2025), insiden ini menandai kembalinya konflik bersenjata antara kedua negara yang sempat mereda.

Bentrokan terbaru terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran Thailand terhadap aktivitas ilegal yang dinilai mengancam stabilitas dan keamanan nasionalnya.

Baca Juga: Warga Korban Banjir Aceh Beri Semangat untuk Gubernur Mualem, Aksi Ini Jadi Sorotan

Sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan situasi mencekam usai serangan berlangsung. Dalam rekaman tersebut, tampak warga asing berhamburan meninggalkan salah satu kompleks yang menjadi sasaran, menyusul dentuman keras yang diduga berasal dari serangan militer Thailand.

Pihak berwenang Thailand menegaskan bahwa sasaran serangan bukan sekadar bangunan sipil. Mereka mengklaim kompleks-kompleks yang tersebar di setidaknya tiga provinsi di Kamboja itu juga dimanfaatkan untuk kepentingan militer, mulai dari penempatan personel bersenjata hingga peluncuran pesawat tanpa awak.

“Informasi intelijen menunjukkan lokasi-lokasi tersebut digunakan untuk aktivitas yang membahayakan keamanan, termasuk penyimpanan persenjataan berat,” ujar seorang pejabat keamanan Thailand kepada media, tanpa merinci lebih jauh.

Baca Juga: Waspada Banjir Bandang di Batu Busuk Padang, BPBD Minta Warga Segera Mengungsi

Selama beberapa tahun terakhir, kawasan perbatasan Thailand–Kamboja memang kerap dikaitkan dengan jaringan penipuan daring berskala internasional. Banyak laporan menyebutkan ribuan warga asing direkrut dan dipekerjakan secara ilegal untuk menjalankan kejahatan siber yang menyasar korban dari berbagai negara.

Pemerintah Thailand disebut semakin meningkatkan tekanan setelah lonjakan kasus penipuan daring yang merugikan warganya. Operasi militer ini dipandang sebagai bagian dari upaya Bangkok untuk menekan jaringan kejahatan lintas batas sekaligus mengirim pesan tegas kepada pihak-pihak yang terlibat.

Namun, langkah militer tersebut berpotensi memicu dampak diplomatik yang serius. Thailand dan Kamboja memiliki sejarah panjang sengketa wilayah, yang beberapa kali berujung pada bentrokan bersenjata meski diselingi upaya dialog dan perundingan.

Baca Juga: Prabowo Siapkan Insentif Libur Akhir Tahun, Tol dan Tiket Transportasi Didiskon

Hingga kini, pemerintah Kamboja belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait serangan tersebut. Meski demikian, sejumlah analis menilai Phnom Penh berada di bawah tekanan besar, baik dari dalam negeri maupun komunitas internasional, terkait maraknya aktivitas ilegal di wilayah perbatasan.

Pengamat keamanan regional menilai eskalasi ini perlu segera diredam agar tidak berkembang menjadi konflik terbuka yang lebih luas. Selain mengancam stabilitas kawasan, ketegangan berkepanjangan juga berpotensi mengganggu perdagangan lintas negara dan kehidupan masyarakat perbatasan.

Halaman:

Tags

Terkini