INSIBERNEWS - Tim penyidik Bareskrim Polri bergerak melakukan penelusuran intensif atas temuan tumpukan kayu gelondongan yang menyumbat aliran Sungai Garoga di Sumatera Utara, yang diduga turut memperparah banjir bandang di wilayah tersebut.
Langkah ini diambil untuk memastikan apakah kayu-kayu itu murni terbawa arus akibat bencana alam, atau justru berkaitan dengan aktivitas manusia, termasuk dugaan pembukaan lahan secara ilegal di kawasan hulu sungai yang belakangan ramai disorot.
Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri menyebut salah satu perusahaan yang masuk radar pemeriksaan adalah PT TBS, yang diduga memiliki aktivitas land clearing di sekitar wilayah DAS Garoga sebelum peristiwa banjir terjadi.
Baca Juga: Balpres Disorot, Menkeu Bongkar Dugaan 'Pengusaha Vokal' yang Ternyata Abai Bayar Pajak
“Kami akan melanjutkan penyelidikan dengan memeriksa perusahaan yang berada di hulu Sungai Garoga yang terindikasi melakukan kegiatan land clearing, termasuk PT TBS,” ujar Brigjen Pol Mohammad Irhamni dalam keterangannya kepada wartawan.
Seiring proses penyelidikan berjalan, tim di lapangan juga telah mengamankan sejumlah titik strategis, memasang garis polisi, dan mengisolasi lokasi-lokasi yang dinilai penting untuk kepentingan pembuktian.
“Kami sudah mengambil 27 sampel kayu, memasang police line, dan memeriksa dua jembatan yang terdampak. Barang bukti sudah dipilah dan dikategorikan bersama ahli,” jelas Irhamni.
Baca Juga: Banjir-Longsor di Sumatra Meluas, Psikolog Ingatkan Luka Warga Tak Boleh Diabaikan!
Hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa karakteristik kayu yang ditemukan tidak seragam, sehingga memperkuat dugaan bahwa material tersebut berasal dari berbagai sumber dan bukan hanya akibat pohon tumbang secara alami.
“Dari hasil awal, ada kayu yang merupakan hasil gergajian, ada yang tercabut bersama akar karena alat berat, ada yang berasal dari longsoran, dan ada juga yang diduga hasil aktivitas loader,” ungkapnya.
Kondisi tersebut mendorong penyidik untuk memperluas ruang lingkup penyelidikan, termasuk memetakan alur pergerakan kayu-kayu itu sejak dari hulu hingga ke wilayah hilir sungai.
Baca Juga: Cuaca Jabodetabek Hari Ini, 9 Desember 2025: Siang Berpotensi Hujan Petir, Warga Diminta Waspada
Tak berhenti di Sumatera Utara, tim dari wilayah Sumatera Barat juga dilibatkan untuk melakukan penelusuran lanjutan, khususnya di area pesisir yang diduga menjadi muara hanyutnya material kayu dari hulu.
“Tim dari Sumatera Barat akan menginventarisasi kayu yang berada di pesisir. Kami ingin memastikan apakah semua ini murni dampak bencana atau ada keterlibatan aktivitas manusia,” kata Irhamni.