INSIBERNEWS - Kepanikan menyelimuti warga Hongkong setelah kebakaran dahsyat melumat sebuah kompleks hunian bertingkat berkapasitas sekitar 2.000 unit pada Rabu malam.
Otoritas setempat melaporkan sedikitnya 44 orang tewas, sementara ratusan lainnya masih hilang, memicu kecemasan mendalam terutama bagi keluarga yang kini menunggu kabar di pusat-pusat penampungan.
Kebakaran yang mulai berkobar pada Rabu sore itu terus menjalar hingga Kamis dini hari. Gedung-gedung tinggi yang menjadi ciri khas Hongkong tampak diselimuti asap pekat, sementara suara bambu perancah yang retak, patah, dan meledak terus terdengar menghantui malam.
Petugas pemadam kebakaran bekerja tanpa henti, namun medan yang sempit dan kompleksitas bangunan bertingkat memperberat upaya pemadaman.
Baca Juga: Aceh Dikepung Banjir, 10 Daerah Masuk Status Darurat Hidrometeorologi
Di tempat penampungan sementara, suasana tak kalah pilu. Sejak malam pertama dibuka, warga berdatangan dengan wajah tegang, berharap menemukan kerabat yang selamat. Banyak yang duduk memeluk telepon, menunggu panggilan atau pesan yang tak kunjung datang.
Para pekerja sosial tampak hilir mudik membagikan selimut, bantal, dan makanan hangat untuk membantu warga, terutama lansia, menghadapi malam yang panjang dan dingin.
Shirley Chan, salah satu warga sekitar, menyebut tragedi tersebut sebagai "malam yang tak akan ia lupakan." Sementara Yuen, pria 65 tahun yang kini kehilangan rumahnya, mengungkapkan bahwa banyak penghuni adalah lansia dengan mobilitas terbatas.
“Mereka sedang renovasi jadi banyak jendela tertutup. Banyak yang tidak dengar ada kebakaran,” kata Yuen dengan suara tercekat.
Ia juga menyebut adanya petugas pemadam yang tewas saat bertugas, menambah kedukaan bagi warga setempat.
Warga sekitar yang selamat pun berusaha membantu dengan mengirimkan pakaian, makanan, hingga perlengkapan darurat ke lokasi penampungan. Mereka menyadari betul bahwa tragedi ini bukan hanya kehilangan rumah, tetapi hilangnya rasa aman di tengah kota padat penduduk tersebut.
Baca Juga: FIBA Rombak Sistem Peringkat Dunia, Timnas Kini Kumpulkan Poin Tanpa Risiko Dipotong
Meski Hongkong memiliki sejarah panjang tragedi kebakaran di kawasan padat, upaya peningkatan keamanan dalam beberapa dekade terakhir cukup berhasil menekan insiden ini. Namun kebakaran kali ini menjadi pengingat pahit bahwa risiko tetap besar, terutama di kompleks lama dan lingkungan kurang mampu.