Baca Juga: Timur Kapadze Akui Dikontak PSSI, Fix Bakal jadi Pelatih Baru Timnas Indonesia?
Walk Out Roy Suryo Cs: Bukti Ketidakpercayaan pada KPRP
Aksi walk out (keluar ruangan) yang dilakukan oleh Roy Suryo, Tifauzia Tyassuma, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Muhammad Rizal Fadillah saat mediasi ijazah Jokowi pada 19 November 2025 lalu disebut Sri Radjasa sebagai indikasi nyata ketidakpercayaan publik terhadap Komisi Reformasi Polri.
Aksi tersebut dipicu permintaan Ketua KPRP, Jimly Asshiddiqie, agar Roy Suryo dan tersangka lainnya keluar dari ruangan mediasi atau tetap hadir tanpa memberikan pendapat.
“Ini (walk out) adalah satu bukti, satu indikasi tim Reformasi Polri tidak patut dipercaya, itu aja,” tegasnya.
Peristiwa ini, kata Sri Radjasa, menunjukkan adanya bentuk kompromi antara sipil dengan mantan polisi dan polisi aktif di dalam tim.
Dengan kondisi tersebut, ia secara terang-terangan menyatakan: "Saya dan mereka yang walk out tidak berharap bahwa reformasi ini akan on the track.”
Desakan dari mantan anggota BIN ini menjadi sinyal serius bagi Presiden Prabowo Subianto. Kegagalan meredam polemik ijazah Jokowi dan menguatnya isu reformasi Polri yang "setengah hati" berpotensi menjadi bom waktu yang mengancam kredibilitas dan legitimasi publik pada masa awal pemerintahannya.
Intervensi tegas dan cepat dari Istana dinilai sebagai satu-satunya cara untuk mengamankan stabilitas politik dan kepercayaan masyarakat.