Kejadian ini sontak memicu kepanikan di tengah suasana duka. Warga dan keluarga almarhumah Lilih yang sedang menurunkan jenazah, terkejut melihat sang sopir ambruk di tempat duduknya.
Warga bergegas memberikan pertolongan dan membawa Wahyu ke Puskesmas Panjalu. Namun, takdir berkata lain.
Nyawa Wahyu tak tertolong. Ia diduga telah meninggal dunia di lokasi kejadian, tepat setelah menuntaskan tugas terakhirnya.
Baca Juga: Dendam Lama Berakhir Maut: ARH Palu Abang Ipar di Pasar Minggu Usai Tersinggung Soal Rokok
Diduga Akibat Riwayat Penyakit Lambung
Dari keterangan pihak keluarga, Wahyu diketahui memiliki riwayat penyakit lambung (maag) yang terkadang kambuh hingga menyebabkan sesak.
Meskipun selama perjalanan ia tidak mengeluh sakit, pihak keluarga menduga kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh dan penyakit lambungnya kambuh.
Kisah Wahyu ini menyentuh banyak hati dan videonya pun viral di media sosial.
Banyak warganet yang memberikan doa dan ungkapan haru, menyebutnya sebagai husnul khotimah, akhir yang baik—karena meninggal dunia saat menunaikan tugas mulia.
Kepergian Wahyu dan almarhumah Lilih yang terjadi hampir bersamaan ini meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Dusun Hujung Tiwu.
"Ini sudah takdir. Semoga keduanya, almarhumah Lilih dan Mang Wahyu, diberikan husnul khotimah dan diterima segala amal ibadahnya di sisi Allah SWT," tutup Rudi, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam terhadap sosok Wahyu yang dikenal tanpa pamrih membantu warga (**)