news

Utang WHOOSH 'Bom Waktu': AHY Peringatkan Proyek Jakarta-Surabaya Tak Cuma Bangun Jalur Begini Menurutnya!

Rabu, 22 Oktober 2025 | 15:42 WIB
Ilustrasi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Kereta Whoosh (foto:@geminiai)

 Baca Juga: Kejari Cilegon Sita Harta Koruptor Bapelkes KS Senilai Rp 3,7 Miliar dari Lelang 33 Bidang Tanah.

Mengapa TOD Penting?

Konsep TOD memastikan bahwa stasiun Kereta Cepat menjadi pusat kegiatan ekonomi dan sosial. Ini adalah strategi cerdas untuk:

Mendukung Pembiayaan: Nilai tambah dari properti dan lahan di sekitar stasiun (melalui skema konsesi, sewa, atau kerjasama) diharapkan dapat menghasilkan pendapatan yang signifikan untuk membantu menstabilkan keuangan proyek, termasuk dalam konteks penyelesaian utang.

Menciptakan Sentra Ekonomi Baru: TOD mengubah stasiun menjadi simpul interaksi. Hal ini akan memicu pertumbuhan ekonomi lokal, lapangan kerja, dan pemerataan pembangunan di luar wilayah Jakarta dan Bandung.

Saat ini, pemerintah sedang mengkaji intensif berbagai opsi penyelesaian utang Whoosh, dengan harapan skema yang tepat dapat ditemukan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara langsung. Keterlibatan holding BUMN, Danantara, sebagai penanggung jawab proyek, menjadi salah satu opsi utama dalam mengurai benang kusut utang sambil memastikan kelanjutan proyek strategis nasional ini.

Kelanjutan Whoosh ke Surabaya bukan hanya soal kecepatan, tapi juga strategi jangka panjang agar infrastruktur vital ini benar-benar menjadi aset ekonomi, bukan hanya beban utang negara (**) 

Halaman:

Tags

Terkini