Agar tak selalu Jawa sentris, Purbaya mengingatkan pada daerah lain untuk menggalakkan pertumbuhan atau mendesain perekonomiannya akan berputar dan tubuh lebih cepat.
“Kalau nggak, kita akan seperti ini terus Pak, Jawa sentris. Seolah-olah nanti kalau ada apa-apa, daerah akan protes ke pusat tapi ke depan akan kita usahakan penguatan pertumbuhan ekonomi di luar Jawa,” paparnya.
Meski ekonomi daerah harus dikejar pertumbuhannya, Purbaya juga mengingatkan tentang risiko yang harus diantisipasi.
Baca Juga: Gencatan Senjata di Gaza Terancam Runtuh, Israel Kembali Luncurkan Serangan Udara
“Oleh karena itu, Pemda perlu terus menstimulasi perekonomian di daerah lewat belanja yang cepat, tepat, dan produktif,” tandasnya.
Laporan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Stabil
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil pada 5,12 persen di kuartal II 2025 dan termasuk yang tertinggi di antara negara G20.
Inflasi juga masih terkendali dengan 2,65 persen dan masuk ke dalam barisan negara terendah di G20 yang menunjukkan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Baca Juga: Mobil Listrik Kian Digemari, Produksi dan Penjualan NEV China Melejit di 2025
Defisit APBN pada 1,56 persen dari PDB, masih jauh di bawah ambang batas aman yakni 3 persen.
Sedangkan neraca perdagangan naik 45,8 persen sepanjang Januari hingga September dan surplus selama 64 bulan berturut-turut.
Data tingkat pengangguran pun turun ke 4,76 persen dan kemiskinan turun ke 8,47 persen sehingga menjadi angka terendah sejak krisis 1998.***