Gencatan Senjata di Gaza Terancam Runtuh, Israel Kembali Luncurkan Serangan Udara

Photo Author
- Senin, 20 Oktober 2025 | 09:08 WIB
Gencatan Senjata Israel-Gaza di Ujung Tanduk (Gambar oleh hosny salah dari Pixabay)
Gencatan Senjata Israel-Gaza di Ujung Tanduk (Gambar oleh hosny salah dari Pixabay)

INSIBERNEWS - Gencatan senjata yang sudah berjalan sembilan hari di Jalur Gaza mulai goyah pada Minggu, 19 Oktober 2025. Ketegangan meningkat setelah militer Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah titik di Gaza, mengklaim tindakan itu sebagai balasan atas serangan yang disebut dilakukan oleh militan Hamas terhadap pasukan mereka.

Insiden ini menjadi ancaman serius terhadap upaya perdamaian sementara yang telah membawa sedikit ketenangan bagi warga Gaza dalam beberapa hari terakhir.

Padahal, sejak gencatan senjata dimulai, banyak keluarga mulai berani kembali ke rumah mereka yang hancur, mencoba menata ulang kehidupan setelah berbulan-bulan dilanda perang.

Baca Juga: TRAGIS! Truk Bermuatan Semen Terbalik di Pandeglang, 2 Penumpang Tewas Tertimpa Muatan 8 Ton

Militer Israel dalam sebuah pengarahan daring menyatakan bahwa serangan dilakukan di wilayah Rafah, bagian selatan Gaza, serta di kota Beit Lahia di utara. Mereka mengklaim operasi ini merupakan "tanggapan langsung" atas serangan roket yang diarahkan ke posisi pasukan mereka di perbatasan.

“Kami merespons secara proporsional terhadap ancaman yang muncul. Ada kemungkinan serangan lanjutan bila situasi memburuk,” ujar juru bicara militer Israel dalam pernyataan resminya.

Baca Juga: TANPA LIBUR! Prabowo Kebut Rapat di Kertanegara Hari Minggu, Hanya Bahas 1 Topik Krusial: Kekuatan SDM Berbasis STEM

Namun, Hamas menolak tuduhan tersebut dan menegaskan pihaknya masih mematuhi kesepakatan gencatan senjata. Seorang pejabat Hamas menyebut serangan Israel sebagai bentuk provokasi yang disengaja untuk menciptakan alasan baru melanjutkan agresi militer.

"Israel sedang mencari dalih agar bisa kembali menyerang Gaza. Kami tidak pernah melanggar kesepakatan gencatan senjata," kata pejabat Hamas tersebut dalam pernyataannya yang dikutip media lokal.

Badan pertahanan sipil Gaza yang berada di bawah otoritas Hamas melaporkan sedikitnya 13 orang tewas akibat serangan udara terbaru, termasuk beberapa perempuan dan anak-anak. Puluhan warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit di Khan Younis dan Rafah.

Baca Juga: Warning Keras Mensos Yusuf: Dana BLT Rp300 Ribu Per Bulan Haram Dipakai Judi Online!

Sementara itu, militer Israel menyebut pihaknya masih menyelidiki laporan mengenai korban sipil. Meski begitu, lembaga kemanusiaan internasional kembali menyerukan agar kedua belah pihak menahan diri. Mereka khawatir, jika situasi ini dibiarkan, gencatan senjata bisa sepenuhnya runtuh dan konflik kembali berkobar.

Kondisi di Gaza kini kembali mencekam. Banyak warga yang sebelumnya mulai beraktivitas normal memilih bertahan di dalam rumah, takut jika serangan udara kembali terjadi.

Upaya diplomasi dari Mesir dan Qatar disebut masih berlangsung untuk menjaga kesepakatan gencatan senjata tetap hidup, meski tanda-tanda perdamaian tampak semakin rapuh.***

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X