“Saya pengin kaki saya sembuh, biar bisa bantu anak lagi. Sekarang kalau ke rumah sakit itu bolak-balik, ambil darah, pindah rumah sakit, capek juga. Tapi ya harus dijalani,” kata Ainin dengan nada lirih namun masih menyimpan semangat.
Baca Juga: Soroti Kasus Ammar Zoni, DPR Siap Bentuk Panja Pengawas untuk Telusuri Peredaran Narkoba di Lapas
Pemerintah berharap, bantuan ini bisa menjadi salah satu stimulus yang efektif dalam menjaga ketahanan ekonomi rumah tangga miskin dan rentan. Selain itu, program ini juga diharapkan bisa menggerakkan kembali ekonomi lokal melalui peningkatan daya beli masyarakat di daerah.
Langkah ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Banyak pihak menilai kebijakan tambahan BLT tersebut menunjukkan komitmen pemerintah baru di bawah kepemimpinan Prabowo untuk menaruh perhatian lebih pada kesejahteraan masyarakat kecil.
Bagi sebagian warga, bantuan ini bukan sekadar uang, tapi bukti bahwa negara masih hadir untuk mereka yang berjuang di tengah kerasnya hidup.
Dan bagi Ainin, yang kini hanya bisa duduk di kursi sambil menatap hiruk pikuk Jakarta dari jendela rumahnya, BLT senilai Rp900 ribu itu lebih dari sekadar bantuan. Itu adalah pengingat bahwa di tengah keterbatasan, masih ada tangan yang mau menolong.***