INSIBERNEWS — Pemerintah kembali menghadirkan angin segar bagi jutaan masyarakat kecil lewat tambahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang resmi diumumkan Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada Jumat (17/10).
Program ini menjadi bagian dari upaya menjaga daya beli dan memastikan masyarakat berpenghasilan rendah tetap bisa bertahan di tengah tekanan ekonomi.
Baca Juga: Jangkau 140 Juta Warga Indonesia, Prabowo Instruksikan Tambah BLT
Salah satu warga yang merasakan langsung manfaat program ini adalah Ainin, perempuan berusia 65 tahun asal Cikini, Jakarta Pusat. Tubuhnya sudah tak sekuat dulu, namun semangat hidupnya tetap menyala.
Kini, Ainin hidup dengan keterbatasan fisik setelah menderita pembekuan darah di kakinya. Ia tak lagi bisa berdagang Soto Betawi seperti dulu dan bergantung pada anak laki-lakinya yang bekerja sebagai juru parkir di kawasan sekitar rumah.
“Alhamdulillah, bantuan ini bener-bener ngebantu. Bisa buat kebutuhan harian dan sedikit buat ongkos berobat. Senang banget, rasanya kayak dikasih napas baru,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di rumah sederhananya.
Baca Juga: Pemerintah Bakal Atur BBM Campur Etanol 10 Persen, Bagaimana Risiko di Lapangan?
Program BLT yang diluncurkan kali ini bernama BLT Kesejahteraan Rakyat. Bantuan ini merupakan tambahan dari program Kartu Sembako yang sudah berjalan sebelumnya.
Pemerintah menetapkan nilai bantuan sebesar Rp300 ribu per bulan selama tiga bulan, mulai Oktober hingga Desember 2025. Dana itu disalurkan sekaligus, jadi setiap keluarga penerima manfaat akan mendapatkan Rp900 ribu secara langsung.
Menurut Airlangga Hartarto, BLT tambahan ini menyasar sekitar 35,49 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Jika dihitung dengan rata-rata satu keluarga berisi empat orang, maka program ini diharapkan mampu menjangkau hingga 140 juta jiwa — mencakup masyarakat yang berada di desil 1 sampai 4 berdasarkan data Sensus Ekonomi Nasional.
Kebijakan ini bukan hanya soal angka atau data di atas kertas. Bagi banyak keluarga seperti Ainin, BLT menjadi jembatan kecil yang bisa menunda rasa putus asa.
Selama ini, penghasilan anaknya yang bekerja sebagai juru parkir tak selalu cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, apalagi membiayai pengobatan ibunya.
Artikel Terkait
BRI Group Hadirkan Super App Emas Digital 'TRING! by Pegadaian' untuk Perluas Inklusi Keuangan
Ratusan Truk Bantuan Masuk Gaza Usai Gencatan Senjata, Warga Mulai Dapat Harapan Baru
Banjir Komentar Negatif usai Pemecatan Patrick Kluivert, Calvin Verdonk dan Jay Idzes Bela Erick Thohir
Driver Ojol Dianiaya Pria Mabuk di Bantul, Kena Hantam Gegara sang Pacar Order Jemputan
Soroti Kasus Ammar Zoni, DPR Siap Bentuk Panja Pengawas untuk Telusuri Peredaran Narkoba di Lapas
Menkeu Purbaya Bertemu Gibran di Istana Wakil Presiden, Sampaikan Curhatan Kepala Daerah soal Anggaran TKD yang Dipangkas
Dalami Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3 di Kemnaker, KPK Perpanjang Penahanan Immanuel Ebenezer
Kurangi Emisi, Pertamina Sepakat soal Aturan Pemerintah Campur Etanol 10 Persen ke BBM di 2026
Pemerintah Bakal Atur BBM Campur Etanol 10 Persen, Bagaimana Risiko di Lapangan?
Jangkau 140 Juta Warga Indonesia, Prabowo Instruksikan Tambah BLT