news

Kisruh di SMAN 1 Cimarga, Kepala Sekolah Tampar Murid, Ratusan Siswa Mogok Belajar!

Rabu, 15 Oktober 2025 | 12:10 WIB
630 Siswa SMAN 1 Cimarga Mogok Sekolah (Foto : istimewa)

Insiden tersebut membuat kegiatan belajar mengajar terhenti total. Pihak sekolah bersama komite, orang tua, dan Dinas Pendidikan Banten turun tangan untuk menenangkan suasana. Mediasi sempat dilakukan, namun para siswa tetap bersikeras menuntut agar kepala sekolah segera dicopot.

Pemerintah Provinsi Banten pun akhirnya mengambil langkah tegas. Kepala Dinas Pendidikan Banten menyatakan bahwa Dini Fitria akan dinonaktifkan sementara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Sudah kita proses untuk dinonaktifkan. Tidak ada toleransi untuk kekerasan di lingkungan pendidikan,” tegas Gubernur Banten, Andra Soni, pada Selasa (14/10).

Baca Juga: Gagal Bawa Timnas ke Piala Dunia 2026, Ketum PSSI Erick Thohir Minta Maaf ke Prabowo

Namun di sisi lain, kasus ini justru memunculkan perdebatan panas di media sosial. Banyak warganet yang justru menyalahkan orang tua siswa karena melaporkan kepala sekolah ke polisi.

Menurut mereka, sang kepala sekolah hanya menegakkan disiplin dan bukan melakukan kekerasan.

“Kalau semua orang tua tidak terima anaknya ditegur, habislah wibawa guru,” tulis seorang pengguna X (Twitter) yang mendapat ribuan tanda suka. Ada pula yang menyoroti aturan kawasan tanpa rokok di sekolah sesuai Permendikbud Nomor 64 Tahun 2015 dan UU Kesehatan yang bisa menjerat pelanggar secara hukum.

Baca Juga: Respon Menlu Sugiono Soal Momen Bisik-bisik Prabowo ke Trump di KTT Mesir

Meski dukungan terhadap kepala sekolah terus berdatangan, sebagian masyarakat mengingatkan agar publik tidak menjustifikasi tindakan fisik dalam bentuk apa pun. Mereka menilai, baik guru maupun siswa seharusnya belajar dari peristiwa ini.

Guru perlu mengelola emosi, sementara siswa harus memahami bahwa disiplin di sekolah bukanlah hukuman, melainkan bentuk tanggung jawab.

Kasus di SMAN 1 Cimarga kini menjadi pengingat keras bahwa hubungan antara guru, siswa, dan orang tua harus dibangun atas dasar komunikasi dan saling menghormati — bukan emosi dan saling tuding.***

Halaman:

Tags

Terkini