INSIBERNEWS - Ketenangan di SMA Negeri 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, berubah menjadi kegaduhan setelah insiden penamparan seorang siswa oleh kepala sekolahnya.
Peristiwa yang terjadi pada Jumat (10/10) itu memantik gelombang protes dari para murid yang menilai tindakan sang kepala sekolah sudah kelewatan.
Keesokan harinya, suasana sekolah yang biasanya ramai berubah mencekam. Sebanyak 630 siswa dari 19 kelas kompak menolak masuk kelas.
Baca Juga: Ramai Warganet Dukung Kepala Sekolah, Kasus Siswa Merokok di SMAN 1 Cimarga Berujung Laporan Polisi
Mereka menggelar aksi mogok belajar sebagai bentuk solidaritas untuk teman mereka yang menjadi korban. Di area sekolah bahkan sempat terbentang spanduk bertuliskan “Kami Tidak Akan Sekolah Sebelum Kepsek Dilengserkan”, yang menjadi simbol kemarahan para siswa terhadap pimpinan sekolah.
Kepala sekolah, Dini Fitria, akhirnya muncul memberikan klarifikasi. Ia mengakui bahwa dirinya memang menampar siswa tersebut, namun bukan karena soal merokok semata, melainkan karena kecewa terhadap sikap tidak jujur yang ditunjukkan murid itu.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Beri Tenggat hingga Akhir Oktober, Serapan Rumah Subsidi Wajib Ngebut
“Saya kecewa bukan karena dia merokok, tapi karena tidak jujur. Saya spontan menegur dengan keras, bahkan sempat memukul pelan karena menahan emosi. Tapi saya tegaskan, tidak ada pemukulan keras,” ujar Dini saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurut Dini, peristiwa itu berawal ketika dirinya memergoki seorang siswa yang berusaha menghindar setelah ditegur karena merokok di sekitar sekolah.
Ia mengaku tindakannya dilakukan secara spontan tanpa niat menyakiti, hanya bentuk reaksi emosional sesaat yang kini ia sesali. Namun penyesalan itu datang terlambat, sebab kabar sudah terlanjur viral dan membuat situasi di sekolah tak kondusif.
Baca Juga: Tetap Setia, Dokter Kamelia Dampingi Ammar Zoni di Tengah Kasus Narkoba
Sementara itu, siswa yang menjadi korban, Indra Lutfiana Putra (17), punya cerita berbeda. Ia mengaku sedang merokok di warung dekat sekolah sebelum ditegur. Saat diminta mencari puntung rokok yang dibuang, Indra merasa tidak dipercaya, hingga akhirnya terjadi tamparan di depan siswa lain.
“Saya udah buang rokoknya, tapi disuruh cari lagi. Saya enggak bohong, tapi malah ditampar,” ungkap Indra yang didampingi orang tuanya saat ditemui wartawan.
Baca Juga: Buktikan Kualitas Layanan, BRI Raih Penghargaan dalam Ajang The Best Contact Center Indonesia
Artikel Terkait
Peneliti AI Andrew Tulloch Hengkang dari Thinking Machines Lab, Dikabarkan Gabung ke Meta
KLH Selidiki Sumber Paparan Radioaktif di Cikande, Pelaku Industri Udang Cari Solusi Ekspor Kembali ke AS
Microsoft Resmi Akhiri Dukungan untuk Windows 10, Pengguna Diminta Segera Beralih ke Windows 11
Bocoran Bisik-bisik Prabowo ke Trump di KTT Mesir: Diduga Bahas Proyek Trump Organization hingga Spekulasi Isu Strategis
Respon Menlu Sugiono Soal Momen Bisik-bisik Prabowo ke Trump di KTT Mesir
Gagal Bawa Timnas ke Piala Dunia 2026, Ketum PSSI Erick Thohir Minta Maaf ke Prabowo
Buktikan Kualitas Layanan, BRI Raih Penghargaan dalam Ajang The Best Contact Center Indonesia
Tetap Setia, Dokter Kamelia Dampingi Ammar Zoni di Tengah Kasus Narkoba
Menkeu Purbaya Beri Tenggat hingga Akhir Oktober, Serapan Rumah Subsidi Wajib Ngebut
Ramai Warganet Dukung Kepala Sekolah, Kasus Siswa Merokok di SMAN 1 Cimarga Berujung Laporan Polisi