Pemerintah sendiri menyambut baik keputusan ini. Selain memperkuat posisi kepemilikan Indonesia di Freeport, langkah ini juga dianggap sebagai bentuk win-win solution yang tidak hanya menguntungkan negara dari sisi ekonomi, tetapi juga masyarakat Papua dari sisi sosial.
Kesepakatan terbaru ini pun menjadi bukti bahwa diplomasi ekonomi dan pendekatan negosiasi bisa membuka peluang yang lebih besar dari target awal.
Dengan adanya divestasi 12 persen plus pembangunan infrastruktur pendidikan dan kesehatan, Indonesia tak hanya mendapatkan saham, tetapi juga investasi masa depan untuk generasi muda Papua.