“Listrik hanya boleh dinyalakan saat jam kerja. AC, internet, dan air harus digunakan seefisien mungkin,” ujarnya.
Anggaran jamuan makan yang sebelumnya Rp5 miliar pun akan dipangkas, cukup menyediakan minuman tanpa katering.
Baca Juga: Telat Lapor Akuisisi Tokopedia, TikTok Didenda KPPU Rp15 Miliar
Kendati demikian, Dedi menegaskan pembangunan infrastruktur dasar tetap menjadi prioritas.
Pembangunan jalan, jembatan, sekolah, fasilitas kesehatan, dan penerangan jalan umum tidak boleh terhambat.
“Jalan harus halus, jembatan harus bagus, sekolah tidak boleh rusak, PJU harus menyala. Kita tetap harus prima melayani rakyat walau anggaran menurun,” ungkapnya.
Dedi menilai efisiensi ini bukan sekadar pemangkasan, melainkan strategi menjaga kualitas pelayanan publik di tengah keterbatasan fiskal. Pemprov Jabar berkomitmen agar masyarakat tetap merasakan kehadiran pemerintah meski anggaran terpangkas signifikan.