“Listrik hanya boleh dinyalakan saat jam kerja. AC, internet, dan air harus digunakan seefisien mungkin,” ujarnya.
Anggaran jamuan makan yang sebelumnya Rp5 miliar pun akan dipangkas, cukup menyediakan minuman tanpa katering.
Baca Juga: Telat Lapor Akuisisi Tokopedia, TikTok Didenda KPPU Rp15 Miliar
Kendati demikian, Dedi menegaskan pembangunan infrastruktur dasar tetap menjadi prioritas.
Pembangunan jalan, jembatan, sekolah, fasilitas kesehatan, dan penerangan jalan umum tidak boleh terhambat.
“Jalan harus halus, jembatan harus bagus, sekolah tidak boleh rusak, PJU harus menyala. Kita tetap harus prima melayani rakyat walau anggaran menurun,” ungkapnya.
Dedi menilai efisiensi ini bukan sekadar pemangkasan, melainkan strategi menjaga kualitas pelayanan publik di tengah keterbatasan fiskal. Pemprov Jabar berkomitmen agar masyarakat tetap merasakan kehadiran pemerintah meski anggaran terpangkas signifikan.
Artikel Terkait
Mahasiswa Demo di MA dan KY, Soroti Putusan PK Irfan Suryanagara yang Dinilai Janggal
PLN Buka Rekrutmen Umum 2025, Ajak Generasi Muda Bergabung di Transformasi Energi Nasional
Jimin BTS dan Keluarga Resmi Bergabung di Green Noble Club, Donasi untuk Anak-anak Korea
Purbaya Ingatkan Danantara: Program Strategis Harus Baik, Kalau Keliru Segera Benahi
DPR Usul Penyaluran Subsidi Gas 3 Kg dengan Barcode agar Lebih Tepat Sasaran
Presiden Prabowo Instruksikan Pembersihan BUMN, Tegas soal Bonus Saat Perusahaan Merugi
Telat Lapor Akuisisi Tokopedia, TikTok Didenda KPPU Rp15 Miliar
DPR Terima Draf Revisi UU Ketenagakerjaan, Buka Ruang Aspirasi Pekerja
Paul Aktivis Jogja Ditetapkan Tersangka, Diduga Koordinator Komite Politik
Razman Arif Nasution Divonis 1,5 Tahun Penjara Buntut Kasus Pencemaran Nama Baik Hotman Paris