INSIBERNEWS - Musim kemarau panjang kembali menghadirkan cobaan berat bagi warga Jawa Tengah. Dua wilayah yang kini paling terdampak adalah Kabupaten Sragen dan Klaten, di mana ribuan warga harus menghadapi krisis air bersih yang kian mengkhawatirkan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, di Kabupaten Sragen setidaknya 319 kepala keluarga atau sekitar 822 jiwa terdampak langsung oleh kekeringan. Mereka kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari minum hingga mencuci.
Baca Juga: Insentif PPN Properti Diperpanjang, Beli Rumah Bebas Pajak hingga 2026
“Di Kabupaten Sragen, sekitar 319 KK atau 822 jiwa terdampak,” jelas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan resmi, Rabu, 24 September 2025.
Sementara itu, kondisi di Klaten justru lebih parah. Jumlah warga terdampak mencapai 2.527 kepala keluarga atau setara dengan 8.851 jiwa. Banyak desa di wilayah ini yang mulai bergantung penuh pada suplai air bersih dari bantuan pemerintah maupun relawan.
Abdul memastikan, pendistribusian air bersih telah dilakukan ke wilayah-wilayah krisis. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, hingga kelompok relawan masyarakat turut bergerak cepat untuk menyalurkan air bersih dan kebutuhan darurat lainnya.
Baca Juga: Prabowo dan PM Kanada Sepakat Tandatangani Perjanjian Dagang Besar ICA-CEPA
“Kami bersama BPBD setempat, TNI/Polri, relawan, serta instansi terkait terus melakukan penanganan darurat,” ungkap Abdul. Ia menambahkan, bantuan logistik juga mulai digerakkan untuk meringankan beban warga.
Kekeringan ini bukan hanya berdampak pada kebutuhan rumah tangga, tapi juga pada sektor pertanian. Banyak lahan sawah yang gagal panen karena tidak mendapat cukup pasokan air.
Kondisi ini membuat petani semakin rentan terhadap kerugian ekonomi, terutama di desa-desa yang bergantung penuh pada hasil pertanian.
Pemerintah daerah bersama BNPB terus memantau perkembangan situasi. Jika kekeringan berlangsung lebih lama, opsi penambahan bantuan tangki air bersih dan distribusi air dalam skala besar akan ditingkatkan.
Tak menutup kemungkinan, program jangka panjang seperti pembangunan sumur bor dan jaringan air bersih permanen juga dipercepat.