INSIBERNEWS - Dokter dan ahli gizi Indonesia, Tan Shot Yen menyampaikan kritiknya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Tan menu yang dijalankan di sekolah-sekolah terlalu bergantung kepada makanan yang berbahan pokok tepung terigu, alih-alih memperkenalkan menu makanan lokal Indonesia.
"Alokasikan menu lokal sebagai 80% isi MBG di seluruh wilayah," tegas Tan, sebagaimana dikutip INSIBERNEWS 24/9/2025.
Baca Juga: Heboh Isu Keretakan Keluarga Karena Warisan Mpok Alpa, Putri Sulungnya Beri Klarifikasi Tegas!
Tan menilai seharusnya anak-anak Indonesia menikmati dan mengenal makanan khas dari daerahnya masing-masing.
"Ya saya pengen anak Papua bisa makan ikan kuah asam,"
"Saya pengen anak Sulawesi bisa makan Kapurung," ujarnya.
Baca Juga: Viral! Bikin Pajeon Ala Drama Bon Appétit Your Majesty, Begini Resepnya
Seragam dengan apa yang terjadi dari Aceh hingga Papua justru menu yang diberikan untuk pelajar merupakan burger.
"Tapi yang terjadi dari Lhoknga (Aceh) sampai dengan Papua yang dibagikan adalah burger,"
Tan mengatakan bahwa burger yang berbahan pokok dari tepung terigu bukan berasal dari tanah air.
Baca Juga: Intip Fakta baru Raja Ampat: Cantiknya Alam dan Tambang bisa bersatu di Pulau ini!
"Dimana tepung terigu tidak pernah tumbuh di bumi Indonesia,"
"Nggak ada anak Indonesia yang tahu bahwa gandum tidak tumbuh di bumi Indonesia," tambahnya.
Artikel Terkait
Sidang Cerai Eza Gionino: Hak Asuh Anak Jatuh ke Meiza Aulia, Sidang Lanjutan Sudah Ditetapkan
Ridwan Kamil Tegas Tolak Permintaan Tes DNA Ulang dari Lisa Mariana, Ini Alasannya
Drama Adaptasi Webtoon 'Spirit Fingers' Akhirnya Rilis Tanggal Tayang, Catat!
Viral! Bikin Pajeon Ala Drama Bon Appétit Your Majesty, Begini Resepnya
Intip Fakta baru Raja Ampat: Cantiknya Alam dan Tambang bisa bersatu di Pulau ini!
Heboh Isu Keretakan Keluarga Karena Warisan Mpok Alpa, Putri Sulungnya Beri Klarifikasi Tegas!