Sementara itu, Ramidi menekankan bahwa aksi buruh bukan hanya soal upah, melainkan juga bentuk pengingat bagi pemerintah agar tidak mengabaikan hak pekerja di tengah dinamika kebijakan ekonomi.
"Kalau buruh sejahtera, konsumsi meningkat, dan otomatis pertumbuhan ekonomi juga ikut terdorong," tegasnya.
Pertemuan di Gedung Nusantara tersebut menjadi momentum penting bagi hubungan buruh dan parlemen. Meski belum ada keputusan final, para pekerja merasa suara mereka setidaknya sudah didengar langsung oleh pimpinan DPR. Kini, mereka menunggu bukti nyata dari janji untuk memperjuangkan kesejahteraan buruh dalam kebijakan resmi negara.