Bagi Hamas, kehilangan putra salah satu negosiator penting jelas menjadi pukulan berat, baik secara pribadi maupun politis. Namun, kelompok itu menegaskan akan menjadikan tragedi ini sebagai pemicu untuk memperkuat posisi mereka dalam perlawanan.
Kini sorotan internasional mengarah ke Qatar. Dunia menunggu bagaimana respons Doha terhadap serangan yang tidak hanya merenggut nyawa warga Palestina, tetapi juga aparat keamanannya sendiri.
Apakah Qatar akan tetap mempertahankan perannya sebagai mediator netral, atau justru mengambil sikap lebih tegas terhadap Israel setelah insiden mematikan ini.