Beberapa pengguna JNE mengeluhkan melalui akun resmi perusahaan di X tentang penipuan yang diduga memanfaatkan data pelanggan, termasuk panggilan dari orang yang mengaku kurir dan hilangnya barang pesanan.
Baca Juga: Presiden Peru Dorong Ekspor Blueberry dan Delima ke Pasar Indonesia
Hingga berita ini diturunkan, JNE belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan kebocoran data.
Belum ada konfirmasi apakah kasus ini sudah dilaporkan ke pihak berwenang, namun risiko pencurian identitas, penipuan, dan serangan phishing menjadi ancaman nyata bagi masyarakat.
Baca Juga: Lebih dari 100 Agen Perjalanan Haji Diduga Terlibat Kasus Korupsi Kuota dan Penyelenggaraan Ibadah
Para pakar keamanan digital menekankan pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat.
Pengguna disarankan untuk memantau aktivitas akun mereka, mengganti kata sandi, dan berhati-hati terhadap pesan atau panggilan mencurigakan yang mengatasnamakan JNE. ***