Bocah itu juga sudah mulai bisa diajak berkomunikasi, meski trauma psikologisnya masih sangat kentara.
“Dia sudah bisa ngobrol sedikit, tapi kita harus ekstra hati-hati karena kondisi psikisnya masih rapuh,” kata Nurul usai mengunjungi MK.
Baca Juga: Satu Tambang Nikel Tetap Bertahan di Raja Ampat, Empat Lainnya Dicabut Izinnya!
Untuk memastikan pemulihan yang lebih baik, MK kini dipindahkan ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, atas koordinasi dengan Dinas Sosial, lurah setempat, dan Komnas Perlindungan Anak.
Pihak kepolisian terus memburu sang ayah, yang diduga kuat sebagai pelaku utama. Masyarakat kini menanti keadilan untuk MK, dengan harapan pelaku segera ditangkap dan kasus ini jadi pengingat pentingnya perlindungan anak dari kekerasan, bahkan di lingkungan keluarga sendiri.