news

Ribuan Jemaah Haji Indonesia Terlantar Saat Wukuf di Arafah, Ini Masalah di Baliknya

Senin, 9 Juni 2025 | 14:13 WIB
Ilustrasi kegiatan ibadah haji (Baznas)

Baca Juga: Dipastikan Menteri LH Pertambangan GAG Nikel Jalankan Operasional Berkelanjutan

Pembagian kerja petugas pun terbagi ke tiga wilayah: Daker Bandara menangani Arafah, Daker Makkah mengurusi Muzdalifah, dan Daker Madinah bertugas di Mina. Dengan jumlah personel yang terbatas, koordinasi dan pengawasan jadi tidak maksimal.

"Banyak petugas yang kelelahan karena harus memastikan semuanya berjalan sesuai rencana, padahal kondisinya berubah-ubah di lapangan," tambahnya.

Baca Juga: Gegara Kebijakan Barak Militer, Dedi Mulyadi Dilaporkan Wali Murid ke Bareskrim

Kekacauan dalam penempatan tenda ini juga berdampak pada distribusi makanan dan logistik. Karena data di markaz dan syarikah tidak sesuai dengan kondisi nyata, sebagian jemaah tidak mendapat jatah makan tepat waktu. Ada juga yang kebagian makanan ganda, sementara lainnya terlewat.

"Distribusi makanan jadi tidak akurat karena sistem mengacu pada data rencana, bukan situasi riil yang berubah karena perpindahan jemaah," kata Muchlis.

Baca Juga: Izin Tambang PT Gag Nikel Disorot, Bahlil: Sudah Terbit Sejak 2017, Jangan Asal Tuduh

Masalah ini menjadi pelajaran penting bagi penyelenggara haji Indonesia. Evaluasi menyeluruh sangat dibutuhkan, terutama dalam aspek manajemen penempatan dan distribusi jemaah agar kejadian serupa tak terulang pada musim haji berikutnya. Wukuf seharusnya menjadi waktu yang khusyuk dan nyaman, bukan malah penuh kebingungan dan ketidakpastian.

Halaman:

Tags

Terkini