news

Kronologi Santri Ponpes Gus Miftah Dipukul Ramai-Ramai, Kasus Gagal Damai dan Naik ke Polisi

Jumat, 30 Mei 2025 | 21:07 WIB
Ilustrasi Kekerasan (Foto : ykp.or.id)

INSIBERNEWS – Sebuah insiden kekerasan terjadi di Pondok Pesantren Ora Aji milik Gus Miftah, Sleman, Yogyakarta.

Sebanyak 13 orang yang terdiri dari pengurus dan santri dilaporkan ke polisi atas dugaan melakukan pemukulan terhadap seorang santri berinisial KDR (23).

Kejadian ini mencuat setelah upaya penyelesaian secara kekeluargaan gagal mencapai kesepakatan.

 Baca Juga: Proyek Chromebook Rp9,9 Triliun di Era Nadiem Disorot, Kejagung Usut Adanya Dugaan Korupsi dan Proyek Fiktif

Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setyanto, membenarkan laporan tersebut dan menyebut bahwa peristiwa bermula dari dugaan pencurian uang oleh KDR.

Santri tersebut kabarnya beberapa kali tertangkap mencuri, dan saat kejadian terakhir, ia disebut-sebut dipukuli oleh sejumlah orang di lingkungan pondok.

Namun, pihak berwajib tidak merinci lebih lanjut soal bentuk kekerasan yang terjadi karena masih dalam proses penyelidikan.

 Baca Juga: Viral Polisi Pakai Narkoba Cuma Disuruh Salat, Polda Kalsel Tegaskan Proses Hukum Tetap Berjalan

Menurut tim kuasa hukum korban, pemukulan terjadi di dalam ruangan tertutup, bahkan korban diikat dan dipukul secara bergiliran.

KDR disebut dipaksa mengaku mencuri uang senilai Rp 700 ribu agar tidak terus dianiaya.

Setelah kejadian, pihak keluarga korban menyerahkan uang senilai kerugian tersebut ke pihak ponpes, namun proses hukum tetap berlanjut karena korban memilih melapor ke polisi.

 Baca Juga: Empat Kali Meletus Sehari, Gunung Semeru Masih Labil dan Terus Dipantau Ketat

Dari 13 orang yang dilaporkan, empat di antaranya masih berstatus di bawah umur, sementara sisanya adalah orang dewasa.

Meski laporan pidana telah masuk, belum ada satu pun yang ditahan karena adanya pengajuan penangguhan penahanan.

Halaman:

Tags

Terkini