INSIBERNEWS - Insiden kekerasan kembali mencuat, kali ini menimpa seorang pegawai Kejaksaan Agung (Kejagung) bernama DSK. Ia menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal saat dalam perjalanan pulang ke rumahnya di kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat, pada Sabtu dini hari, 24 Mei 2025.
Peristiwa yang terjadi hanya sekitar satu kilometer dari kediamannya itu langsung mendapat perhatian dari aparat dan pimpinan tertinggi kejaksaan.
Baca Juga: Hadiri KTT BIMP–EAGA ke-16, Prabowo Fokuskan Kerja Sama Kawasan Timur ASEAN
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar, mengungkapkan bahwa peristiwa bermula saat DSK sempat berteduh di sebuah warung kopi pada Jumat malam karena hujan lebat. Setelah hujan mereda, sekitar pukul 02.30 WIB, ia kembali melanjutkan perjalanan pulang.
Namun nahas, di tengah perjalanan, dua pria tak dikenal yang berboncengan sepeda motor mendekatinya dari arah berlawanan.
Baca Juga: Howell Expo 2025 Awali Langkah Sehat dengan Donor Darah dan Zumba Ceria
“Tiba-tiba mereka berteriak ‘sikat!’ sambil mengayunkan senjata tajam ke arah tangan DSK,” ujar Harli dalam keterangan resmi. Usai menyerang, pelaku kabur sambil berteriak “mampus lu!”, meninggalkan DSK dalam kondisi terluka parah di bagian pergelangan tangan kanan.
Baca Juga: Buronan Kartel Narkoba 'El Perris' Tewas Ditembak Militer Meksiko di Tengah Operasi Penangkapan
DSK segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Berdasarkan pemeriksaan dokter, urat di jari kelingkingnya putus dan ia kesulitan menggerakkan tangan.
Yang mengkhawatirkan, saat dalam perjalanan menuju rumah sakit, DSK juga sempat melihat dua orang mencurigakan yang diduga mengikuti mobilnya. Namun hingga kini belum bisa dipastikan apakah mereka bagian dari pelaku atau hanya kebetulan berada di lokasi.
Kasus ini langsung ditangani oleh Polsek Bojongsari bersama Polres Depok dan didukung oleh Polda Metro Jaya. Penyelidikan tengah dilakukan untuk mengungkap motif dan siapa dalang di balik aksi penyerangan ini. Belum ada keterangan resmi apakah insiden ini berkaitan dengan pekerjaan korban atau murni aksi kriminal biasa.
Baca Juga: RUU Perampasan Aset Jadi Prioritas, Prabowo Dorong Lewat Jalur Politik dan Konsensus Partai
Di tengah kondisi korban yang masih dalam pemulihan, Jaksa Agung ST Burhanuddin turut menunjukkan kepedulian langsung dengan menjenguk DSK di rumah sakit. Menurut Harli, kehadiran Burhanuddin bukan sekadar kunjungan formal.