Buronan Kartel Narkoba 'El Perris' Tewas Ditembak Militer Meksiko di Tengah Operasi Penangkapan

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Selasa, 27 Mei 2025 | 10:44 WIB
Ilustrasi Tembak (Photo : Ist)
Ilustrasi Tembak (Photo : Ist)

INSIBERNEWS - Jorge Humberto Figueroa alias “El Perris”, salah satu tokoh berpengaruh dalam jaringan Kartel Sinaloa, tewas dalam baku tembak sengit dengan militer Meksiko saat operasi penangkapannya di Navolato, negara bagian Sinaloa. El Perris dikenal sebagai tangan kanan Ovidio Guzman, putra gembong narkoba Joaquin “El Chapo” Guzman, dan bagian dari kelompok garis keras “Los Chapitos”.

Baca Juga: Kisruh Lagu ‘Nuansa Bening’, Keenan Nasution Gugat Vidi Aldiano Soal Hak Cipta

Insiden berdarah itu terjadi pada Jumat waktu setempat, saat aparat militer tengah mengepung lokasi persembunyian El Perris. Bukannya menyerah, ia justru memilih melawan dengan menembaki petugas, yang memicu tembakan balasan hingga merenggut nyawanya.

Lokasi baku tembak berada sekitar 30 kilometer dari Culiacán, ibu kota negara bagian Sinaloa, yang dikenal sebagai sarang utama kartel narkoba tersebut.

Baca Juga: Pulomas Siap Jadi Pusat Pacuan Kuda Internasional, Investasi Rp1,7 Triliun dari Swasta

Kematian El Perris menjadi pukulan besar bagi faksi “El Chapitos” yang masih bertahan di tengah konflik internal dalam Kartel Sinaloa. Seperti diketahui, organisasi kriminal ini telah terpecah setelah penangkapan El Chapo dan kemudian Ovidio Guzman.

Beberapa faksi bersaing memperebutkan kekuasaan, dan El Perris disebut sebagai salah satu loyalis paling militan yang terus mempertahankan pengaruh kelompok Ovidio.

Baca Juga: Sidang Kasus Investasi Fiktif PT Taspen Digelar Hari ini, Dua Eks Pejabat Didakwa Selewengkan Dana Rp1 Triliun

El Perris bukan hanya buronan di Meksiko. Pemerintah Amerika Serikat telah memasukkan namanya dalam daftar buronan berbahaya dan menawarkan imbalan USD1 juta atau sekitar Rp16,2 miliar bagi siapa pun yang memberikan informasi keberadaannya. Ia diduga terlibat dalam peredaran narkoba lintas negara, termasuk pengiriman fentanil yang merenggut ribuan nyawa di AS.

Baca Juga: RUU Perampasan Aset Jadi Prioritas, Prabowo Dorong Lewat Jalur Politik dan Konsensus Partai

Dalam keterangan resminya, otoritas Meksiko menyebut operasi tersebut sebagai langkah penting dalam menekan kekuatan jaringan narkoba yang terus menebar teror. Mereka memastikan operasi serupa akan terus dilakukan demi memulihkan keamanan, terutama di kawasan-kawasan yang selama ini dikuasai kartel.

Baca Juga: Patrick Kluivert Resmi Panggil Beckham Putra Main di Timnas Indonesia, Gantikan Septian Bagaskara

Meskipun satu pimpinan telah tumbang, aparat keamanan menyadari masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Kartel Sinaloa tetap menjadi ancaman nyata, dan perang melawan narkoba belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Ke depan, kerja sama antara Meksiko dan AS dipastikan akan makin ditingkatkan untuk menuntaskan sisa-sisa kekuatan yang tersisa.

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X