INSIBERNEWS - Jorge Humberto Figueroa alias “El Perris”, salah satu tokoh berpengaruh dalam jaringan Kartel Sinaloa, tewas dalam baku tembak sengit dengan militer Meksiko saat operasi penangkapannya di Navolato, negara bagian Sinaloa. El Perris dikenal sebagai tangan kanan Ovidio Guzman, putra gembong narkoba Joaquin “El Chapo” Guzman, dan bagian dari kelompok garis keras “Los Chapitos”.
Baca Juga: Kisruh Lagu ‘Nuansa Bening’, Keenan Nasution Gugat Vidi Aldiano Soal Hak Cipta
Insiden berdarah itu terjadi pada Jumat waktu setempat, saat aparat militer tengah mengepung lokasi persembunyian El Perris. Bukannya menyerah, ia justru memilih melawan dengan menembaki petugas, yang memicu tembakan balasan hingga merenggut nyawanya.
Lokasi baku tembak berada sekitar 30 kilometer dari Culiacán, ibu kota negara bagian Sinaloa, yang dikenal sebagai sarang utama kartel narkoba tersebut.
Baca Juga: Pulomas Siap Jadi Pusat Pacuan Kuda Internasional, Investasi Rp1,7 Triliun dari Swasta
Kematian El Perris menjadi pukulan besar bagi faksi “El Chapitos” yang masih bertahan di tengah konflik internal dalam Kartel Sinaloa. Seperti diketahui, organisasi kriminal ini telah terpecah setelah penangkapan El Chapo dan kemudian Ovidio Guzman.
Beberapa faksi bersaing memperebutkan kekuasaan, dan El Perris disebut sebagai salah satu loyalis paling militan yang terus mempertahankan pengaruh kelompok Ovidio.
El Perris bukan hanya buronan di Meksiko. Pemerintah Amerika Serikat telah memasukkan namanya dalam daftar buronan berbahaya dan menawarkan imbalan USD1 juta atau sekitar Rp16,2 miliar bagi siapa pun yang memberikan informasi keberadaannya. Ia diduga terlibat dalam peredaran narkoba lintas negara, termasuk pengiriman fentanil yang merenggut ribuan nyawa di AS.
Baca Juga: RUU Perampasan Aset Jadi Prioritas, Prabowo Dorong Lewat Jalur Politik dan Konsensus Partai
Dalam keterangan resminya, otoritas Meksiko menyebut operasi tersebut sebagai langkah penting dalam menekan kekuatan jaringan narkoba yang terus menebar teror. Mereka memastikan operasi serupa akan terus dilakukan demi memulihkan keamanan, terutama di kawasan-kawasan yang selama ini dikuasai kartel.
Baca Juga: Patrick Kluivert Resmi Panggil Beckham Putra Main di Timnas Indonesia, Gantikan Septian Bagaskara
Meskipun satu pimpinan telah tumbang, aparat keamanan menyadari masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Kartel Sinaloa tetap menjadi ancaman nyata, dan perang melawan narkoba belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Ke depan, kerja sama antara Meksiko dan AS dipastikan akan makin ditingkatkan untuk menuntaskan sisa-sisa kekuatan yang tersisa.
Artikel Terkait
Markas Kodim Poso Kebakaran, TNI Bentuk Tim Gabungan Telusuri Penyebab
Geser Jepang, India Resmi Duduki Peringkat Keempat Ekonomi Terbesar Dunia
KPAI Soroti Program Barak Militer untuk Siswa, Minta Gubernur Jabar Tunda Sementara
Patrick Kluivert Resmi Panggil Beckham Putra Main di Timnas Indonesia, Gantikan Septian Bagaskara
Operasi Antipreman di Jakarta: 3.599 Orang Diamankan, Ratusan Diproses Hukum
DPRD DKI Jakarta Tolak Wacana Pulau Kucing, Sebut Akan Ganggu Ekosistem dan Jadi Beban!
RUU Perampasan Aset Jadi Prioritas, Prabowo Dorong Lewat Jalur Politik dan Konsensus Partai
Sidang Kasus Investasi Fiktif PT Taspen Digelar Hari ini, Dua Eks Pejabat Didakwa Selewengkan Dana Rp1 Triliun
Pulomas Siap Jadi Pusat Pacuan Kuda Internasional, Investasi Rp1,7 Triliun dari Swasta
Kisruh Lagu ‘Nuansa Bening’, Keenan Nasution Gugat Vidi Aldiano Soal Hak Cipta