Namun, tak semua suara bernada dukungan. Dinda, seorang mahasiswa di Bandung, menyuarakan kekhawatirannya jika jam malam justru menghambat kegiatan produktif.
“Banyak pelajar yang ikut organisasi atau kegiatan kampus yang biasanya selesai di atas jam delapan malam. Kalau harus dibatasi, jangan sampai kegiatan yang bermanfaat malah jadi korban,” kata Dinda.
Ia berharap kebijakan ini, jika jadi diterapkan, tetap fleksibel dan mempertimbangkan konteks masing-masing aktivitas remaja.
Baca Juga: Catatkan Prestasi Global BRI, Raih Tiga Penghargaan Prestisius dari The Asset