Namun, tak semua suara bernada dukungan. Dinda, seorang mahasiswa di Bandung, menyuarakan kekhawatirannya jika jam malam justru menghambat kegiatan produktif.
“Banyak pelajar yang ikut organisasi atau kegiatan kampus yang biasanya selesai di atas jam delapan malam. Kalau harus dibatasi, jangan sampai kegiatan yang bermanfaat malah jadi korban,” kata Dinda.
Ia berharap kebijakan ini, jika jadi diterapkan, tetap fleksibel dan mempertimbangkan konteks masing-masing aktivitas remaja.
Baca Juga: Catatkan Prestasi Global BRI, Raih Tiga Penghargaan Prestisius dari The Asset
Artikel Terkait
Sebentar Lagi Liburan Kenaikan Kelas, Ini Rekomendasi 3 Tempat Wisata yang Ada di Agam
Ramai Soal Pelanggaran Hak Cipta, Begini Pendapat Denada Sebagai Sesama Penyanyi Dangdut SepertiLesti Kejora
Arab Saudi Akan Izinkan Penjualan Dan Konsumsi Alkohol Mulai Tahun Depan
Cecep Konten Kreator Cleaner Masjid Dapat Undangan Haji Dari Kerajaan Arab
Nonton Konser Lady Gaga Pakai Jilbab, Shella Saukia Owner Travel Umroh Dihujat netizen
Catatkan Prestasi Global BRI, Raih Tiga Penghargaan Prestisius dari The Asset
Kelas Menengah Masih Terpinggirkan, Diskon Listrik Dinilai Perlu Diperluas hingga 2.200 VA
Tak Tahan Lihat Penderitaan Gaza, Malta Siap Akui Palestina Bulan Depan
Dapat Hasil Imbang di Hari Juara, Liverpool Tetap Rayakan Gelar ke-20 dengan Meriah
Jual Gading Gajah Ilegal, Bareskrim Ringkus Pelaku yang Sudah Jualan Sejak 2020