INSIBERNEWS - Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang mempertimbangkan penerapan aturan jam malam bagi pelajar dan remaja. Kebijakan ini digagas sebagai bentuk respon atas meningkatnya kekhawatiran terhadap kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, tawuran, hingga pelanggaran lalu lintas yang melibatkan anak-anak muda.
Dalam rancangan awalnya, remaja hanya boleh beraktivitas di luar rumah hingga pukul 20.00 WIB. Adapun jadwal jam belajar malam dirancang berlangsung dari pukul 19.00 sampai 21.00 WIB.
Baca Juga: Jual Gading Gajah Ilegal, Bareskrim Ringkus Pelaku yang Sudah Jualan Sejak 2020
Pemerintah berharap pembatasan jam malam ini akan menjadi salah satu cara preventif untuk menekan potensi kerawanan sosial yang melibatkan pelajar. Bila ada aktivitas yang mengharuskan pelajar berada di luar rumah setelah jam yang ditentukan, maka mereka diimbau untuk didampingi oleh orangtua atau wali.
Selain meningkatkan rasa aman, kebijakan ini juga dianggap dapat mendorong keterlibatan lebih aktif dari keluarga dalam menjaga anak-anak mereka.
Baca Juga: Dapat Hasil Imbang di Hari Juara, Liverpool Tetap Rayakan Gelar ke-20 dengan Meriah
Wacana ini bukan hal baru, karena sejumlah daerah seperti Aceh, Depok, Garut, Cianjur, Yogyakarta, hingga Pati sudah lebih dulu menerapkannya dengan berbagai penyesuaian. Pemerintah Jawa Barat pun tengah memantau efektivitas kebijakan serupa di daerah-daerah tersebut sebelum benar-benar mengadopsinya secara menyeluruh.
Baca Juga: Tak Tahan Lihat Penderitaan Gaza, Malta Siap Akui Palestina Bulan Depan
Sejumlah warga pun sudah mulai menyuarakan pandangannya. Ifa, seorang ibu rumah tangga, mengaku mendukung penuh kebijakan ini. Menurutnya, jam malam bisa memberi batas yang jelas bagi anak-anak agar tak berkeliaran sembarangan di malam hari.
“Bagus kalau diberlakukan. Anak-anak jadi lebih terkontrol dan orang tua juga jadi lebih tenang. Apalagi sekarang banyak kejadian yang bikin khawatir kalau anak keluyuran malam-malam,” ungkap Ifa.
Baca Juga: Kelas Menengah Masih Terpinggirkan, Diskon Listrik Dinilai Perlu Diperluas hingga 2.200 VA
Yusi, warga lainnya, juga sependapat. Ia menilai wacana ini justru bisa menumbuhkan disiplin.
“Kalau dibiasakan sejak dini, anak-anak jadi tahu batasan. Saya punya anak kuliah, dan tetap was-was kalau dia pulang terlalu malam. Ini bisa jadi solusi,” tuturnya.
Baca Juga: Nonton Konser Lady Gaga Pakai Jilbab, Shella Saukia Owner Travel Umroh Dihujat netizen
Artikel Terkait
Sebentar Lagi Liburan Kenaikan Kelas, Ini Rekomendasi 3 Tempat Wisata yang Ada di Agam
Ramai Soal Pelanggaran Hak Cipta, Begini Pendapat Denada Sebagai Sesama Penyanyi Dangdut SepertiLesti Kejora
Arab Saudi Akan Izinkan Penjualan Dan Konsumsi Alkohol Mulai Tahun Depan
Cecep Konten Kreator Cleaner Masjid Dapat Undangan Haji Dari Kerajaan Arab
Nonton Konser Lady Gaga Pakai Jilbab, Shella Saukia Owner Travel Umroh Dihujat netizen
Catatkan Prestasi Global BRI, Raih Tiga Penghargaan Prestisius dari The Asset
Kelas Menengah Masih Terpinggirkan, Diskon Listrik Dinilai Perlu Diperluas hingga 2.200 VA
Tak Tahan Lihat Penderitaan Gaza, Malta Siap Akui Palestina Bulan Depan
Dapat Hasil Imbang di Hari Juara, Liverpool Tetap Rayakan Gelar ke-20 dengan Meriah
Jual Gading Gajah Ilegal, Bareskrim Ringkus Pelaku yang Sudah Jualan Sejak 2020