INSIBERNEWS - Setelah ketegangan dengan Pakistan perlahan mereda lewat kesepakatan gencatan senjata, fokus militer India kini bergeser ke dalam negeri.
Pemerintah pusat mulai mengintensifkan operasi besar-besaran terhadap kelompok pemberontak Maois yang selama ini bercokol di kawasan hutan pedalaman Chhattisgarh, wilayah yang dikenal kaya akan sumber daya mineral.
Baca Juga: Sejalan dengan Janji Pemerintah, Wamenaker Ungkap Ratusan Mantan Karyawan Sritex Sudah Bekerja Lagi
Operasi ini disebut-sebut sebagai salah satu langkah militer terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Lebih dari 10.000 personel gabungan dari kepolisian dan angkatan bersenjata dikerahkan ke kawasan hutan perbukitan Karrigatta, yang terletak di perbatasan negara bagian Chhattisgarh dan Telangana.
Wilayah tersebut kini berubah menjadi zona militer tertutup dalam operasi yang diberi nama “Operasi Nol” atau “Operasi Kagar.”
Baca Juga: Tujuh Tahun Penantian Kasus Meikarta, Harapan Baru di Tangan Menteri PKP di Era Prabowo
Partai penguasa BJP, yang mendominasi pemerintahan pusat dan juga mengendalikan negara bagian Chhattisgarh, menegaskan komitmennya untuk menghapus jejak pemberontakan bersenjata Maois atau yang lebih dikenal sebagai Naxal.
Tahun ini saja, pihak berwenang mengklaim telah menewaskan lebih dari 200 anggota kelompok tersebut. Bahkan, dalam satu baku tembak besar-besaran yang terjadi pada hari Rabu lalu, 27 pemberontak tewas termasuk salah satu tokoh penting Maois.
Baca Juga: TNI AL Gagalkan Penyelundupan 6.100 Produk Skincare Ilegal dari Filipina di Perairan Sangihe
Namun, operasi militer ini tak lepas dari kontroversi. Dalam kurun waktu 16 bulan terakhir, diperkirakan lebih dari 400 orang yang diduga terlibat sebagai Maois telah dilumpuhkan aparat di Chhattisgarh.
Meski pemerintah menyebut mereka sebagai militan bersenjata, sejumlah organisasi masyarakat sipil dan aktivis hak asasi manusia mempertanyakan validitas klaim tersebut.
“Banyak dari korban sebenarnya adalah warga Adivasi yang tinggal di desa-desa terpencil dan tidak punya keterlibatan langsung dengan Maois,” kata seorang aktivis lokal yang enggan disebut namanya.
Baca Juga: Sidang Korupsi Gula Ditunda, Tom Lembong Absen karena Sakit dan Barang Bukti Disorot
Adivasi, yang merupakan komunitas adat dan penduduk asli hutan-hutan India tengah, selama ini hidup berdampingan dengan konflik berkepanjangan antara negara dan gerilyawan.