TNI AL Gagalkan Penyelundupan 6.100 Produk Skincare Ilegal dari Filipina di Perairan Sangihe

Photo Author
- Kamis, 22 Mei 2025 | 20:32 WIB
Skincare Mengandung Merkuri Banyak Beredar Di Indonesia (Photo : Memorandum.co.id)
Skincare Mengandung Merkuri Banyak Beredar Di Indonesia (Photo : Memorandum.co.id)

INSIBERNEWS - Tim TNI Angkatan Laut (TNI AL) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan produk kecantikan ilegal asal Filipina di wilayah perairan sekitar Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Rabu (21/5).

Operasi penindakan ini dilakukan oleh Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VIII Manado yang bertugas menjaga kedaulatan laut Indonesia.

Baca Juga: Wow! Bisa Balas Email hingga Bikin Video, Ini Deretan Fitur AI Baru di Gmail dan Google Docs

Komandan Lantamal VIII Manado, Laksamana Pertama TNI May Franky Pasuna Sihombing, menjelaskan bahwa keberhasilan ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas kapal yang mencolok di perairan Pananaru. Mendapat informasi tersebut, tim Second Fleet Quick Response (SFQR) Lantamal segera melakukan pengecekan di lokasi.

Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan sebuah kapal Pump Boat yang berasal dari Filipina tengah berlayar di sekitar kawasan tersebut.

Baca Juga: Sidang Korupsi Gula Ditunda, Tom Lembong Absen karena Sakit dan Barang Bukti Disorot

Setelah dicegat dan dilakukan penggeledahan, petugas menemukan sebanyak 61 dus berisi produk skincare ilegal merk Brilliant Skin dengan total 6.100 buah serta beberapa barang lainnya yang tidak dilengkapi izin resmi.

Keempat awak kapal yang merupakan warga negara Filipina dengan inisial JL, ML, SM, dan MG langsung diamankan dan dibawa ke Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tahuna untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Selain produk kecantikan ilegal, petugas juga menyita satu dus vitamin dan pakan ayam, dua unit telepon genggam, serta dokumen kapal sebagai barang bukti.

Baca Juga: QRIS Bakal Bisa Dipakai di Jepang, BI Targetkan Rilis Resmi 17 Agustus

Baca Juga: OJK Panggil dan Periksa Rupiah Cepat Terkait Laporan Dana Pinjol yang Ditransfer Tanpa Pengajuan

Franky menegaskan bahwa pengamanan ini menjadi bagian dari langkah strategis TNI AL untuk menjaga wilayah perairan Indonesia dari berbagai bentuk pelanggaran, khususnya penyelundupan barang ilegal yang merugikan negara.

Ia menambahkan, pengawasan maritim di daerah rawan seperti perbatasan Kepulauan Sangihe harus terus diperketat agar keamanan dan kedaulatan tetap terjaga.

Baca Juga: Polisi Tegaskan Ijazah Jokowi Asli, Laporan Soal Dugaan Palsu Resmi Ditutup

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X