Fenomena ini sekaligus menjadi refleksi bahwa pendekatan komunikasi pemerintahan kini tak harus selalu konvensional. Lewat medium yang lebih personal dan ringan, seorang pemimpin daerah bisa membangun kedekatan, transparansi, sekaligus efisiensi.
Julukan “Gubernur Konten” mungkin awalnya bernada guyonan, tapi bagi Dedi Mulyadi, itu justru jadi bukti bahwa kreativitas bisa menekan biaya sekaligus memperluas jangkauan.