Dampaknya, banyak pekerja merasa terus-menerus tertekan untuk bekerja lebih lama tanpa ada waktu istirahat yang memadai.
Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah serius seperti burnout, stres, hingga terganggunya keseimbangan hidup.
Baca Juga: Menjelang Akhir Ramadan, Pangeran MBS Pindah ke Makkah dan Bertemu Pemimpin Sudan di Istana Al-Safa
Penting untuk diingat bahwa meskipun budaya kerja yang berorientasi pada produktivitas tinggi sering dianggap sebagai hal yang wajar, pekerja berhak untuk mendapatkan waktu yang cukup untuk istirahat dan dihargai atas kontribusinya.
Untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan berkelanjutan, perusahaan perlu mematuhi peraturan yang ada dan menghargai hak-hak pekerja, termasuk memberikan kompensasi yang adil atas lembur.***