INSIBERNEWS – Duka mendalam menyelimuti warga Kampung Gumelar, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Banjir bandang yang terjadi pada Kamis (6/3/2025) malam merenggut nyawa Eneng Santi (40) dan putrinya, Siti Nurul Awalia (3).
Namun, yang membuat peristiwa ini semakin memilukan adalah dugaan bahwa sang suami, Aang Encis (42), sengaja mengunci pintu rumah, sehingga istri dan anaknya tak bisa menyelamatkan diri.
Menurut kesaksian warga, saat air Sungai Cipalabuan mulai meluap dan menggenangi permukiman, beberapa tetangga sempat meminta Eneng Santi untuk segera keluar dari rumah kontrakannya.
Namun, ia menolak, diduga karena pintu telah dikunci. Ketika air terus naik hingga setinggi dada, Eneng mulai berteriak meminta tolong, tetapi keadaan sudah terlalu kacau.
Baca Juga: Jadwal BRI Liga 1 2024-2025 Hari Ini 9 Maret 2025, Lengkap dengan Link Streaming
Warga yang awalnya ingin membantu harus menyelamatkan diri masing-masing dari derasnya arus yang semakin menggila. Dalam hitungan detik, rumah itu ambruk diterjang banjir, menyeret Eneng dan putrinya.
Setelah kejadian tragis itu, muncul fakta mengejutkan yang membuat warga semakin geram. Aang Encis justru mengklaim bahwa istri dan anaknya selamat dan berada di tempat lain.
Baca Juga: Lakukan 4 Pelanggaran, Gelar Doktor Bahlil Lahadalia Tidak Dicabut Pihak UI
Dalam sebuah video yang beredar, ia bahkan menyatakan bahwa keluarganya berada di Kampung Ciganas, Desa Margalaksana. Pernyataan tersebut sempat membingungkan tim penyelamat.
Namun, pencarian tetap dilakukan, hingga akhirnya jasad Eneng dan putrinya ditemukan tertimbun puing-puing dan sampah tak jauh dari lokasi kejadian.
Baca Juga: Perkuat Kerjasama, BRI dan Blue Bird Hadirkan Solusi Keuangan Digital untuk Mudahkan Pengemudi
Kemarahan warga semakin memuncak setelah mengetahui bahwa Aang tetap berjualan di pasar seolah tak terjadi apa-apa. Ketua RW 22, Reza, membenarkan bahwa Aang beberapa kali memberikan informasi yang tidak sesuai kenyataan.
Warga yang merasa dibohongi pun meluapkan emosi ketika Aang tiba di lokasi evakuasi. Beruntung, pihak kepolisian segera mengamankannya sebelum situasi semakin tak terkendali.