INSIBERNEWS – Siklon Alfred membawa dampak besar di wilayah timur Australia, menyebabkan lebih dari 80.000 rumah mengalami pemadaman listrik dan ribuan warga harus dievakuasi.
Angin kencang serta hujan deras yang menyertainya membuat situasi semakin sulit, terutama di Queensland dan New South Wales.
Baca Juga: Gunung Marapi Kembali Erupsi, Kolom Abu Tidak Teramati namun Warga Diminta Waspada
Di Queensland, sekitar 55.814 rumah dilaporkan mengalami gangguan listrik akibat badai ini, sementara di New South Wales jumlahnya mencapai 35.000 rumah.
Pihak berwenang memperingatkan bahwa pemulihan jaringan listrik kemungkinan membutuhkan waktu lama, terutama di daerah yang terdampak paling parah.
Baca Juga: Setelah Sritex, Kini Ribuan Pekerja Pabrik Sepatu di Tangerang Kena PHK
Selain kerusakan infrastruktur, bencana ini juga menelan korban jiwa. Seorang pria dilaporkan terseret arus banjir pada Jumat (7/3). Insiden serupa juga terjadi di New South Wales, di mana sebuah kendaraan roda empat hanyut terbawa arus deras.
Sang pengemudi sempat keluar dan mencoba menyelamatkan diri dengan berpegangan pada pohon, tetapi akhirnya tersapu oleh banjir. Tim penyelamat saat ini masih melakukan pencarian.
Baca Juga: Perkuat Kerjasama, BRI dan Blue Bird Hadirkan Solusi Keuangan Digital untuk Mudahkan Pengemudi
Pemerintah setempat telah mengeluarkan perintah evakuasi bagi ribuan warga di Queensland, terutama menjelang pendaratan siklon yang diprediksi terjadi pada Sabtu pagi.
Siklon Alfred, yang saat ini berada pada kategori dua, diperkirakan akan tetap mempertahankan kekuatannya sebelum melemah menjadi kategori satu saat memasuki Teluk Moreton.
Baca Juga: Urbanisasi dan Tingginya Permintaan Perumahan Menjadi Salah Satu Biang Kerok Banjir Bekasi
Otoritas juga telah mengeluarkan peringatan "Segera Berlindung" bagi warga di wilayah Dewan Moreton Bay, sementara peringatan banjir telah diumumkan untuk Currumbin di Gold Coast.
Siklon ini disebut-sebut sebagai badai terparah yang melanda kawasan tersebut sejak tahun 1974. Dengan ancaman yang masih mengintai, warga diminta tetap siaga dan mengikuti instruksi dari tim penanggulangan bencana.
Artikel Terkait
Akhirnya! Warga Kampung Bayam Terima Kunci Rusun Setelah Digusur Sejak 2019
Penyerahan Kunci Rusun pada Warga Kampung Bayam Sempat Terjadi Polemik, Kenapa?
Presiden Prabowo Temui 8 Konglomerat Indonesia di Istana, untuk Apa?
Masjid Jogokariyan Yogyakarta Sediakan 4.000 porsi Makan untuk Berbuka Gratis Setiap Hari
Habiskan Rp1,5 Miliar untuk Makan Berbuka Gratis, dari Mana Asal Dana Masjid Jogokaiyan Yogyakarta
Terkuak Biang Kerok Terjadinya Banjir Bekasi, Bukan hanya Karena Curah Hujan Tinggi
Urbanisasi dan Tingginya Permintaan Perumahan Menjadi Salah Satu Biang Kerok Banjir Bekasi
Perkuat Kerjasama, BRI dan Blue Bird Hadirkan Solusi Keuangan Digital untuk Mudahkan Pengemudi
Setelah Sritex, Kini Ribuan Pekerja Pabrik Sepatu di Tangerang Kena PHK
Gunung Marapi Kembali Erupsi, Kolom Abu Tidak Teramati namun Warga Diminta Waspada