INSIBERNEWS - Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Rosan Perkasa Roeslani sebagai Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Pengumuman ini dilakukan pada Senin (24/2) di Istana Kepresidenan, bersamaan dengan peluncuran lembaga tersebut.
Baca Juga: Prabowo Subianto Tegaskan Danantara Harus Bisa Diaudit Setiap Saat oleh Siapapun
Danantara akan menjadi badan pengelola investasi strategis yang mengelola aset besar dari sejumlah BUMN, termasuk PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan holding pertambangan MIND ID.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menyebut bahwa Rosan tidak akan bekerja sendiri. Ia akan didampingi oleh Pandu Sjahrir dan Dony Oskaria dalam menjalankan tugasnya.
Baca Juga: Nasi Tak Terpakai Bisa Jadi Camilan Enak? Begini Resepnya
“Nanti Danantara akan dipimpin oleh Bapak Rosan Roeslani, dibantu oleh Bapak Pandu Sjahrir dan Bapak Dony Oskaria,” ujar Hasan dalam keterangannya di Istana Negara, Senin (24/2).
Nama Rosan sendiri bukan sosok asing di lingkaran Prabowo. Ia merupakan salah satu orang kepercayaan presiden, terlihat dari perannya sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Maju Prabowo-Gibran pada Pemilu 2024.
Sebelum menjabat sebagai Kepala BPI Danantara, Rosan lebih dulu menduduki posisi Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yang ia emban sejak Oktober 2024.
Baca Juga: Prabowo Libatkan Mantan Presiden di BPI Danantara, Siapkan Investasi Besar untuk 20 Proyek Nasional
Karier Rosan di pemerintahan juga cukup panjang. Pada era Presiden Joko Widodo, ia sempat menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN (2023) sebelum akhirnya menjadi Menteri Investasi/Kepala BKPM pada Agustus 2024.
Selain itu, ia juga pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat pada periode 2021-2023. Namun, sebelum masuk ke dunia politik dan pemerintahan, Rosan lebih dulu dikenal sebagai pengusaha sukses.