Waktu Berakhir! Tentara Israel Mundur dari Lebanon Selatan, Tapi Tidak di Perbatasan

Photo Author
- Rabu, 19 Februari 2025 | 08:50 WIB
Gencatan Senjata Dilanggar, Ketegangan Israel dan Lebanon Kembali Memanas (Foto : Anadolu)
Gencatan Senjata Dilanggar, Ketegangan Israel dan Lebanon Kembali Memanas (Foto : Anadolu)

INSIBERNEWS - Situasi di Lebanon selatan mulai berubah setelah tentara Israel menarik pasukannya dari beberapa kota di wilayah tersebut pada Selasa (18/2/2025) pagi.

Namun, meski telah meninggalkan sejumlah area, pasukan Israel masih tetap bercokol di lima titik strategis di perbatasan.

Baca Juga: Netanyahu Blokir Bantuan Rumah Mobil dan Alat Berat ke Gaza, Proses Pemulihan Tertunda

Menurut laporan kantor berita nasional Lebanon (NNA), mundurnya pasukan Israel ini mencakup beberapa kota seperti Blida, Yaroun, Maroun Al-Ras, Mais Al-Jabal, Houla, Markaba, Odeiseh, Kfarkela, dan Wazzani.

Langkah ini disambut dengan segera oleh tentara Lebanon yang langsung memasuki wilayah-wilayah tersebut untuk memastikan keamanan dan melakukan pembersihan terhadap ranjau serta gundukan tanah yang ditinggalkan.

Baca Juga: Arab Saudi Setuju Gagasan Trump Soal 'Riviera Gaza', Tapi Tidak Dengan Pemindahan Warganya!

Selain tentara Lebanon, misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) juga mulai bergerak di area yang telah ditinggalkan oleh pasukan Israel.

NNA melaporkan bahwa UNIFIL menggelar patroli rutin dan mulai mendirikan beberapa pos di sekitar titik-titik yang kini berada di bawah kontrol tentara Lebanon. Langkah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas dan mencegah kemungkinan ketegangan kembali meningkat.

Baca Juga: Trump Usulkan Pengusiran Warga Palestina dari Gaza, Yordania Siap Ambil Tindakan Tegas, Mesir Tolak Rencana AS

Meskipun penarikan ini dianggap sebagai perkembangan positif, keberadaan tentara Israel di lima pos perbatasan masih menjadi perhatian.

Pos-pos ini berdekatan dengan permukiman di wilayah utara Israel, yang menandakan bahwa situasi di perbatasan masih jauh dari kata kondusif.

Baca Juga: Trump-Netanyahu Berisiko Hancurkan Perjanjian Perdamaian Gaza

Ketegangan antara kedua belah pihak masih mungkin terjadi, terutama jika tidak ada solusi diplomatik yang dicapai dalam waktu dekat.

Masyarakat internasional kini menanti bagaimana perkembangan selanjutnya, apakah ini akan menjadi awal dari deeskalasi konflik atau justru jeda sementara sebelum ketegangan kembali meningkat.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X