Gencatan Senjata Dilanggar, Ketegangan Israel dan Lebanon Kembali Memanas

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 29 November 2024 | 09:05 WIB
Gencatan Senjata Dilanggar, Ketegangan Israel dan Lebanon Kembali Memanas (Foto : Anadolu)
Gencatan Senjata Dilanggar, Ketegangan Israel dan Lebanon Kembali Memanas (Foto : Anadolu)

INSIBERNEWS - Pasukan Militer Lebanon menuduh Israel melanggar perjanjian gencatan senjata yang disepakati pada Rabu (27/11/2024) pukul 04.00 waktu setempat. Gencatan senjata tersebut sebelumnya diharapkan bisa meredakan ketegangan di perbatasan kedua negara.

Namun, serangkaian insiden dalam beberapa hari terakhir memperlihatkan eskalasi baru.

Baca Juga: Malaysia Siaga Banjir: Ribuan Warga Mengungsi, Situasi Diprediksi Memburuk

Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui media sosial, militer Lebanon mengungkapkan bahwa Israel telah melakukan berbagai pelanggaran.

"Musuh Israel melanggar perjanjian gencatan senjata beberapa kali, termasuk melalui serangan udara dan penargetan wilayah Lebanon menggunakan berbagai jenis senjata," tulis Tentara Lebanon, sebagaimana dilaporkan oleh Al Jazeera pada Jumat (29/11/2024).

Baca Juga: Suzuki Tutup Pabrik di Thailand, Indonesia Jadi Prioritas Investasi Baru

Serangan udara pada Kamis dini hari di wilayah Markaba melukai dua warga sipil. Selain itu, Israel juga dilaporkan menembakkan peluru tank ke beberapa lokasi di Lebanon selatan, termasuk Ayta Al Shaab, Bent Jbeil, Khiam, Taybe, Wazzani, dan Kfarshouba.

Drone pengintai Israel juga terdeteksi terbang di atas Distrik Tyre dan Bent Jbeil pada pagi harinya, yang menambah kekhawatiran akan pelanggaran kedaulatan Lebanon.

Baca Juga: Bicara Soal Qonun Farhat Abbas Sebut Jika Polemik Uang Donasi Agus Terjadi di Aceh, Orang yang Menahan Donasi dan Menghujat Agus Sudah Pasti Dicambuk

Tentara Lebanon menyatakan bahwa mereka terus memantau situasi dengan cermat, bekerja sama dengan otoritas terkait, dan melaporkan pelanggaran tersebut kepada pihak internasional.

Namun, rincian lebih lanjut mengenai mekanisme penegakan gencatan senjata, yang diawasi oleh AS dan Prancis, masih belum jelas.

Baca Juga: Nyoblos Bareng Raffi Ahmad, Nagita Slavina Kena Hujatan Disebut Sombong Tak Mau Temani Raffi Sapa Warga

Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata, Israel seharusnya menarik pasukannya dari wilayah selatan Garis Biru secara bertahap.

Sementara itu, tentara Lebanon direncanakan akan mengambil alih keamanan di wilayah tersebut dalam kurun waktu 60 hari.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X