INSIBERNEWS - Pasukan Militer Lebanon menuduh Israel melanggar perjanjian gencatan senjata yang disepakati pada Rabu (27/11/2024) pukul 04.00 waktu setempat. Gencatan senjata tersebut sebelumnya diharapkan bisa meredakan ketegangan di perbatasan kedua negara.
Namun, serangkaian insiden dalam beberapa hari terakhir memperlihatkan eskalasi baru.
Baca Juga: Malaysia Siaga Banjir: Ribuan Warga Mengungsi, Situasi Diprediksi Memburuk
Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui media sosial, militer Lebanon mengungkapkan bahwa Israel telah melakukan berbagai pelanggaran.
"Musuh Israel melanggar perjanjian gencatan senjata beberapa kali, termasuk melalui serangan udara dan penargetan wilayah Lebanon menggunakan berbagai jenis senjata," tulis Tentara Lebanon, sebagaimana dilaporkan oleh Al Jazeera pada Jumat (29/11/2024).
Baca Juga: Suzuki Tutup Pabrik di Thailand, Indonesia Jadi Prioritas Investasi Baru
Serangan udara pada Kamis dini hari di wilayah Markaba melukai dua warga sipil. Selain itu, Israel juga dilaporkan menembakkan peluru tank ke beberapa lokasi di Lebanon selatan, termasuk Ayta Al Shaab, Bent Jbeil, Khiam, Taybe, Wazzani, dan Kfarshouba.
Drone pengintai Israel juga terdeteksi terbang di atas Distrik Tyre dan Bent Jbeil pada pagi harinya, yang menambah kekhawatiran akan pelanggaran kedaulatan Lebanon.
Tentara Lebanon menyatakan bahwa mereka terus memantau situasi dengan cermat, bekerja sama dengan otoritas terkait, dan melaporkan pelanggaran tersebut kepada pihak internasional.
Namun, rincian lebih lanjut mengenai mekanisme penegakan gencatan senjata, yang diawasi oleh AS dan Prancis, masih belum jelas.
Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata, Israel seharusnya menarik pasukannya dari wilayah selatan Garis Biru secara bertahap.
Sementara itu, tentara Lebanon direncanakan akan mengambil alih keamanan di wilayah tersebut dalam kurun waktu 60 hari.
Artikel Terkait
Bendera Ukraina Muncul di Layar LED Saat Putin Berkunjung ke Kazakhstan, Polisi Langsung Turun Tangan!
Ahmad Dhani Golput, Tak Hadir di TPS, Pilkada DKI 2024
7 Alasan Kenapa Ridwan Kamil - Suswono Kalah di Pilgub Jakarta 2024
Kelancaran Pilkada 2024, Polsek Cibatu Laksanakan Pengamanan Maksimal di Setiap TPS
Anies Baswedan Dinilai Miliki Pengaruh Besar Dalam Unggulnya Pramono Rano di Pilkada Jakarta
PKS Pecah! Terdeteksi Tidak Solid Dalam Pilkada Jakarta Sehingga Unggulkan Pramono-Rano
Soal Uang Donasi, Ayah Agus Bicara Hukum Agama, Haram Hukumnya Mengambil Yang Sudah Diberikan
Kabar Baik untuk Guru: Gaji Naik dan Sertifikasi Guru Bertambah di 2025
Bicara Soal Qonun Farhat Abbas Sebut Jika Polemik Uang Donasi Agus Terjadi di Aceh, Orang yang Menahan Donasi dan Menghujat Agus Sudah Pasti Dicambuk
Malaysia Siaga Banjir: Ribuan Warga Mengungsi, Situasi Diprediksi Memburuk