INSIBERNEWS - Efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah bertujuan untuk membiayai program prioritas yaitu makan bergizi gratis (MBG).
Sehingga pemerintah melakukan pemangkasan anggaran kepada kementerian dan lembaga negara.
Kemudian anggarannya dialokasikan untuk menjalankan program MBG.
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @ngomonginuang (15/2/2025), namun efisiensi dilakukan oleh pemerintah bukan hanya untuk menjalankan program MBG saja.
Tetapi hasil pemangkasan anggaran juga digunakan untuk membayar utang negara.
Pemangkasan anggaran kementerian dan lembaga negara merupakan langkah yang diambil pemerintah untuk mengurangi beban utang negara.
Baca Juga: Menteri Keuangan Sri Mulyani Tegaskan UKT PTN Tidak Boleh Naik
Kebijakan ini bertujuan agar alokasi dana yang semula digunakan untuk kegiatan kementerian dan lembaga dialihkan untuk pembayaran utang yang terus meningkat.
Meskipun langkah ini diperlukan untuk menjaga stabilitas keuangan negara, pemangkasan anggaran dapat berdampak pada pelaksanaan program-program pemerintah.
Seperti pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan program sosial.
Baca Juga: Kabinet Merah-Putih Makin 'Gemuk' di Tengah Efisiensi Anggaran, Begini Alasan Pemerintah
Diketahui bahwa utang negara pada 2024 merupakan utang negara tertinggi sejak 2020.
Artikel Terkait
Pengangkatan Stafsus Presiden Kena Kritik Badan Anggaran DPR, Sebenarnya Seberapa Penting Tugasnya?
Presiden Prabowo Adakan Glamping untuk Kepala Daerah dengan Anggaran Rp10 M di Tengah Efisiensi
Anggaran Makan Bergizi Gratis Dipangkas hingga Rp200 M, Ketua MBG Ungkap Dampaknya
Pemerintah Pangkas Anggaran Kementerian Pendidikan dan Kesehatan, Sementara Retreat Kepala Daerah Tetap Digelar: Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Sri Mulyani Tegaskan Beasiswa KIP Kuliah Tidak Dipangkas Karena Efisiensi Anggaran