INSIBERNEWS - Diduga terjadi tindak kriminal eksploitasi kepada 100 perempuan Thailand di Georgina.
Dugaan eksploitasi ini dilakukan oleh sindikat kriminal China yang menargetkan perempuan dari negara berkembang.
Ratusan perempuan Thailand diduga diambil sel telurnya secara paksa oleh sindikat kriminal.
Baca Juga: Raih Keberkahan! Ini Amalan yang Dianjurkan di Malam Nisfu Sya’ban 2025
Dilansir INsibernews dari laman The Nation (13/2/2025), tindakan ini dilakukan dengan modus iming-iming yang dilakukan di Facebook.
Sindikat kriminal memberikan iming-iming pekerjaan pada para perempuan.
Yaitu bekerja sebagai ibu pengganti dengan upah sekitar Rp163 juta hingga Rp239 juta.
Baca Juga: Waduh! Akibat Efisiensi Anggaran, MK hanya Bisa Gaji Pegawai hingga Mei
Pekerjaannya yaitu untuk menjadi ibu pengganti bagi keluarga Georgina yang tidak punya anak.
Sel telur yang diambil secara paksa ini kerap kali digunakan dalam industri surogasi ilegal.
Surogasi ilegal merupakan praktik perjanjian penggantian ibu yang dilakukan di luar regulasi atau undang-undang yang berlaku.
Baca Juga: Akibat Efisiensi Anggaran Kemenkes, Ada Subsidi BPJS yang Berpotensi Dicabut
Sering kali tindakan ini melibatkan eksploitasi dan penyalahgunaan.
Dalam surrogacy, seorang wanita setuju untuk mengandung dan melahirkan anak bagi pasangan yang tidak dapat memiliki anak secara biologis.
Artikel Terkait
Viral! Aksi Kriminal Geng Rusia yang Diduga Culik Turis WNA di Bali, Hingga Paksa Korban Transfer Kripto Senilai Rp3,4 M!
Warga Korban Penggusuran PT Kristus Raja Maumere di Sikka NTT Dirikan Tenda di Lahan Gusuran
Toyota Supra Hantam Tiang Lampu di Bundaran HI, Pengendara Motor Ikut Jadi Korban
Penggemarnya Tewas Dibunuh Oleh Guru Sendiri, IVE Berduka dan Kirimkan Karangan Bunga Untuk Korban
Geger! 100 Perempuan Thailand Jadi Korban Peternakan Sel Telur Manusia di Georgina