Sindikat Kriminal China Targetkan Perempuan Muda untuk Jadi Korban Peternakan Sel Telur, Ini Modusnya

Photo Author
Awit Wiarni, Insibernews
- Kamis, 13 Februari 2025 | 09:55 WIB
100 perempuan Thailand menjadi korban peternakan telur diduga oleh sindikat kriminal China (Unsplash )
100 perempuan Thailand menjadi korban peternakan telur diduga oleh sindikat kriminal China (Unsplash )

INSIBERNEWS - Diduga terjadi tindak kriminal eksploitasi kepada 100 perempuan Thailand di Georgina.

Dugaan eksploitasi ini dilakukan oleh sindikat kriminal China yang menargetkan perempuan dari negara berkembang.

Ratusan perempuan Thailand diduga diambil sel telurnya secara paksa oleh sindikat kriminal.

Baca Juga: Raih Keberkahan! Ini Amalan yang Dianjurkan di Malam Nisfu Sya’ban 2025

Dilansir INsibernews dari laman The Nation (13/2/2025), tindakan ini dilakukan dengan modus iming-iming yang dilakukan di Facebook.

Sindikat kriminal memberikan iming-iming pekerjaan pada para perempuan.

Yaitu bekerja sebagai ibu pengganti dengan upah sekitar Rp163 juta hingga Rp239 juta.

Baca Juga: Waduh! Akibat Efisiensi Anggaran, MK hanya Bisa Gaji Pegawai hingga Mei

Pekerjaannya yaitu untuk menjadi ibu pengganti bagi keluarga Georgina yang tidak punya anak.

Sel telur yang diambil secara paksa ini kerap kali digunakan dalam industri surogasi ilegal.

Surogasi ilegal merupakan praktik perjanjian penggantian ibu yang dilakukan di luar regulasi atau undang-undang yang berlaku.

Baca Juga: Akibat Efisiensi Anggaran Kemenkes, Ada Subsidi BPJS yang Berpotensi Dicabut

Sering kali tindakan ini melibatkan eksploitasi dan penyalahgunaan.

Dalam surrogacy, seorang wanita setuju untuk mengandung dan melahirkan anak bagi pasangan yang tidak dapat memiliki anak secara biologis.

Halaman:

Editor: Awit Wiarni

Sumber: Instagram

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X